28 September 2022

Di KSB Mendorong Potensi Tepung Mocaf, di Sumbawa Dikuatkan Inovasi Halal dan Baik

Pemerintah Provinsi NTB, Melalui Dinas Perindustrian telah melakukan Roadshow Industrialisasi Gubernur di Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Sumbawa pada tanggal 4-5 Agustus 2022 yang lalu. Kegiatan pasca pandemi ini mengimplementasikan sinergi pentahelix (sinergi antar berbagai sektor seperti perguruan tinggi, dunia industri, pemerintah, masyarakat, media) merupakan kunci untuk mendorong kemajuan industrialisasi di NTB, maka akan lahir industri berkualitas dan terserap pasar nasional maupun global.

Mengawali Roadshow di Kabupaten Sumbawa Barat, dengan mengangkat tema talkshow “Sinergitas Pengembangan Industri Dalam Mendukung Kawasan Industri Maluk”. Di KSB, terdapat potensi industrialisasi yang ditemukan, salah satunya tepung mocaf yang merupakan kolaborasi dari UD Sahabat Karib dan KWT Darul Ilmi yang berlokasi di Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa. Kolaborasi yang dihasilkan yakni, dari pemetikan, pengupasan, pencucian, pencacahan, perendaman, penjemuran, dan penepungan itu dilakukan oleh KWT Darul Ilmi dengan menggunakan alat sederhana. Kemudian, UD Sahabat Karib memberikan sentuhan teknologi permesinan yang dimulai dari filtering/penyaringan, pendinginan, pencampuran/mixing, pemanasan, packing dan bagian paling akhir yakni pendistribusian.

Dilansir dari (http://pertanian.go.id/) Mocaf adalah singkatan dari Modified Cassava Flour atau tepung singkong yang dimodifikasi, katena karena dalam proses pembuatannya dilakukan modifikasi yaitu dengan fermentasi mikroba atau enzimatis. Tepung ini teksturnya lembut, warnanya pulih dan aromanya tidak lagi berbau khas singkong. Mocaf sangat baik digunakan sebagai bahan campuran atau substitusi pembuatan makanan yang selama ini menggunakan tepung terigu. Bahkan di banyak olahan makanan bisa menggunakan 100% Mocaf. Mocaf memliki keunggulan diantaranya: (1) Halal dan Sehat; (2) Bisa dikonsumsi oleh Anak Autis, penderita diabetes, gangguan pencernaan karena bebas Glutein ; (3) Kalsium tinggi ; (4) Serat tinggi (paling tinggi dari semua tepung) ; (5) Kadar lemak rendah ; (6) Mudah dicerna karena hasil fermentasi ; (7) Proses secara biologis alami (organik) ; (8) Tanpa zat kimia (tanpa pengawet dan pewarna) dan (9) Mengandung skopoletin yg dapat menghambat proliferasi sel kanker.

Dari keunggulan tersebut, menurut Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB selalu Ketua Panitia Roadshow, Nuryanti, SE., ME. bahwa kabupaten Sumbawa Barat ini akan menjadi solusi bagi permasalahan kelangkaan terigu yang akan terjadi ketika resesi ekonomi dunia.

“Sudah ada produknya bermacam macam bahan baku pengganti terigu dan semua itu dari mocaf, ada yang dicampur dengan ketan ataupun tepung jagung sehingga campuran campuran itu membentuk karakter tersendiri untuk kue kue kering. Selamat kepada bapak bupati semoga ekosistem ini segera kita finalkan dan menjadi solusi untuk kelangkaan terigu, khususnya di Indonesia dan NTB.”

Dilanjutkan menuju Kabupaten Sumbawa, Roadshow digelar di Halaman Gedung Kabupaten Sumbawa bersama dengan stakeholder terkait. Mengangkat Tema “Inovasi Halal dan Baik dalam Mendukung Percepatan Pembentukan Ekosistem Industri Halal” yang merupakan salah satu Inovasi dari Kabupaten Sumbawa yang berhasil melaju ke Top 25 Inovasi Pelayanan Publik tahun 2022, dalam kategori pelayanan publik yang inklusif dan berkeadilan yang diadakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Republik Indonesia. Apresiasi pun diberikan oleh Kadisperin NTB disela sela sambutannya.

“Merupakan sebuah kebanggaan kabupaten bagi Sumbawa terkait inovasi halal dan baik ini di tingkat nasional yang masuk nominasi 25 besar. Sehingga Pemkab Sumbawa pun memilih Halal dan Baik sebagai Tema untuk Rangkaian Roadshow Gubernur kali ini.” Puji Nuryanti.

Inovasi Halal dan Baik merupakan terjemahan dari Halalan Thoyyiban. Dari pihak Kabupaten mencoba untuk memfasilitasi para UMKM mengurus sertifikat halal. Dikarenakan selama ini Pemkab mendengar dan menyaksikan untuk mengurus sertifikat halal ini butuh biaya tinggi. Pemkab juga berencana membentuk halal center yang terpusat di Kantor Diskoperindag, sehingga nanti setiap UMKM yang akan dan berkeinginan untuk mengurus mendapatkan fasilitas halal ini bisa terfasilitasi.

Roadshow di dua Kabupaten tersebut dirangkaikan dengan Expo sinergitas OPD dan sstakholder dalam memberikan pelayanan kepada IKM yang hadir. Ada 8 layanan dilokasi yakni: pertama, pendaftatan NIB dan PIRT di stand DPMPTSP, kedua pendaftaran perizinan (Halal,Merk, BPPOM) kemasan, Simanis di stand Dinas Perindustrian NTB, ketiga pendaftaran E-Katalog di LKPP atau di NTB Mall Dinas Perdagangan, kelima stand informasi bahan baku berkualitas, keenam Pembuatan NPWP, dan kedelapan pembuatan rekening usaha. Dari pelayanan tersebut akan lahir ekosistem industri yang dimulai dari bahan baku industri, perizinan hingga sampai pemasaran.