28 September 2022

Potensi NTB di Industri Hasil Hutan dan Perkebunan

Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti, SE., ME. dan Kepala Bidang Pembangunan Sumber Daya Industri Lalu Luthfi, S.T., M.Si mengikuti pertemuan Rapat Sinkroniasasi Program Unggulan dengan Dinas Provinsi Se-Indonesia secara daring melalui aplikasi zoom meeting yang diselenggarakan oleh Ditjen Industri Agro Kemenperin dan dihadiri oleh para perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan di seluruh Indonesia pada hari Senin (8/8/2022).

Kegiatan rapat diawali dengan pembukaan sekaligus pemaparan program unggulan Direktorat Industri Hasil Hutan dan Perkebunan (IHHP) oleh Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan (Merrijantij Punguan Pintaria), memeparkan tentang profil Direktorat IHHP berdasarkan Peraturan Presiden No. 107 Tahun 2020 tentang Kementrian Perindustrian Pasal 11, Direktorat Industri Hasil Hutan dan Perkebunan (IHHP) adalah salah satu unit di bawah Direktorat Jenderal Industri Agro mempunyai tugas dan fungsi berkoordinasi terkait pembangunan sumber daya industri, pembangunan sarana prasarana industri, pemberdayaan industri, pembinaan jasa industri, pemberian fasilitas industri, dan pelaksanaan dukungan administratif dengan harapan Industri Hasil Hutan dan Perkebunan yang berdaya saing.

Kemenperin mempunyai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang menjadi binaan Direktorat IHHP berjumlah 6 sektor industri, yaitu industri pengolahan kayu dan rotan, industri furnitur kayu dan rotan, industri pulp dan kertas, industri karet, industri turunan sawit, industri minyak atsiri.

“Perkembangan IHHP di Indonesia memiliki kontribusi PDB IHHP terhadap PDB industri pengolahan Non-Migas pada TW II Tahun 2022 sebesar 48,8%, kinerja ekspor impor IHHP Indonesia juga sangat besar dimana pada tahun 2021 nilai ekspor IHHP mencapai 28,61 Miliar US$ 16% lebih besar dari tahun sebelumnya, dan untuk nilai impor IHHP sebsar 6,80 Miliar US$ 15% lebih besar dari tahun sebelumnya.” Tutur Direktur IHHP.

Pada sesi diskusi, Kadisperin menjelaskan potensi-potensi yang dimiliki oleh Provinsi NTB seperti komoditas bahan baku rotan dan kayu yang sangat melimpah, dan minyak atsiri yang menjadi salah satu produk masyarakat NTB, serta untuk kelapa sawit NTB tidak memilikinya tetapi NTB memiliki komoditas kelapa yang bisa menjadi alternatif kelapa sawit.

“Pertama untuk sektor kayu dan rotan, NTB memiliki komoditas bahan baku rotan untuk kerajinan ketak, dan NTB memiliki furnitur kayu Cukli yang menjadi khas dan memiliki karakteristik sendiri, serta masyarakat NTB juga memproduksi minyak atsiri sebagai herbal, maka dari itu harapan kami untuk NTB yaitu agar bisa bersinergi dan juga diberikan kebijakan agar bisa mengembangkan sektor-sektor industri ini.” Ujar Kepala Dinas Perindustrian NTB.