28 September 2022

Indonesia Fashion and Craft Award 2022, Ruang Desainer Berinovasi

Pengembangan industri kreatif merupakan salah satu strategi pembangunan ekonomi dan industri di Indonesia. Saat ini terdapat 15 subsektor industri kreatif yang dikembangkan, yakni periklanan, arsitektur, pasar barang seni, kerajinan/kriya, desain, fesyen, film-video-fotografi, permainan interaktif, musik, seni pertunjukan, penerbitan dan percetakan, layanan komputer dan piranti lunak, radio dan tv, riset dan pengembangan, serta kuliner.

Salah satu cara yang ditempuh Kementerian Perindustrian untuk mendorong pertumbuhan industri fesyen dan kerajinan adalah dengan menyediakan sarana pendidikan dan pengembangan, contohnya adalah pelaksanaan event Indonesia Fashion and Craft Award (IFCA) 2022. Mewakili Kepala Dinas Perindustrian NTB, Pejabat Fungsional Pembina Industri, Ety Hartati, S. Si mengikuti Zoom Meeting Launching Indonesia Fashion and Craft Awards (IFCA) Tahun 2022 pada hari Kamis (04/08/2022). IFCA merupakan program turunan dari Pusat Pengembangan Industri Kreatif Bali Creative Industry Center (BCIC). Dimana, IFCA 2022 merupakan kompetisi Desain Nasional yang bertujuan melahirkan desainer muda berbakat yang memiliki Visi Sustainability dalam bidang Kriya dan Fesyen dengan mengusung tema “Accelerated Impact Through Innovative Design” dengan tujuan agar desainer dapat berperan memberikan impact/dampak ekonomi, sosial, dan budaya melalui desain produk yang inovatif sehingga dapat menjadi akselerator pemulihan pasca pandemi.

Persyaratan Peserta terdiri dari : Warga Negara Indonesia. Individu atau kelompok multi-disiplin (maks. 5 orang). Usia Maksimum 35 Tahun. Praktisi Designer, Pelaku IKM Kreatif, Mahasiswa/i atau Siswa SMA-SMK. Karya orisinil yang belum pernah dipublikasikan, belum pernah diikutsertakan pada kompetisi sejenis lainnya, dan belum pernah dipasarkan. Peserta hanya diperbolehkan mengirimkan 1 karya. Terakhir, Peserta wajib mematuhi seluruh peraturan kompetisi. Kriteria Kompetisi terdiri dari : Memiliki konsep desain yang baik dan dapat menjawab permasalahan/tantangan secara kontekstual dan sesuai dengan tema. Menggunakan material yang mudah diperoleh di Indonesia, baik itu material alam, olahan, atau limbah. dan Memiliki konsep bermitra bisnis dengan pengrajin atau artisan

Adapun Kriteria Penilaian terdiri dari : Desain memiliki nilai kebaruan/inovasi dan kualitas estetika produk. Desain memiliki potensi aspek ekonomi. Memiliki konsep bermitra bisnis dengan pengrajin atau artisan. Desain memberikan dampak positif terhadap sosial/ lingkungan/ budaya termasuk pertimbangan penggunaan bahan baku yang ramah lingkungan ataupun bahan baku daur ulang sampah (upcycle).

Sedangkan, berikut adalah beberapa manfaat yang akan diperoleh : Berkesempatan mengikuti coaching tahap 1 di bidang Design, Sustainability dan Business untuk 100 Nominator terbaik. Berkesempatan mengikuti coaching tahap 2, mendapatkan fasilitas pembiayaan pembuatan prototype, berkesempatan untuk mendapatkan akses ke pengrajin lokal dan akses pasar serta material branding (Katalog Nominator IÏCA) untuk 14 Nominator (7 Kriya dan 7 Fesyen) terbaik. dan terakhir dapat Menjadi binaan Direktorat Jenderal IKMA Kementerian Perindustrian