28 September 2022

Provinsi NTB Terus Berupaya Meningkatkan Industrialisasi tembakau di NTB

Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi penghasil tembakau ke-3 di tingkat Nasional pada tahun (2018–2021) dengan rata-rata 50 ribu ton produksi. Proses pengolahan industri tembakau di NTB menghasilkan beberapa produk seperti rokok iris, cigaret Kretek namun kapasitas masih terbatas sehingga Provinsi NTB masih terus berupaya untuk meningkatkan industrialisasi tembakau di NTB.

Selasa (2/08/2022) Kepala Dinas Perindustrian NTB diwakili oleh Pejabat Fungsional Pembina Industri Bidang PSDI (Retno Bintorowati A.md Gizi, S.Pd) Menghadiri kegiatan Sosialisasi Ketentuan Cukai Hasil Tembakau Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Anggaran 2022 yang diselenggarakan oleh BAPPENDA NTB, bertempat di Puri Al-Bahrah Hotel Grand Hayaq Kab. Lombok Timur.

Cukai sendiri merupakan Pungutan negara yang dikenakan terhadap barang-barang tertentu yang mempunyai sifat atau karakteristik tertentu dan merupakan penerimaan negara guna mewujudkan kesejahteraan, keadilan, dan keseimbangan.

Salah satu Narasumber kegiatan yang merupakan perwakilan Bea Cukai Mataram, Arya Abdillah memaparkan terkait pentingnya perizinan di bidang cukai tembakau, seperti pembuatan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai NPPBKC, merek, dan NIB. setelah NPPBKC dimiliki para pengusaha, bisa mengajukan merk, baru dapat melakukan pemesanan pita cukai dan pengambilan pita cukai.

Kemudian Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kab. Lombok Timur, Achmad Dewanto Hadi menjelaskan pentingnya perizinan. Perizinan berusaha merupakan legalitas bagi pelaku usaha untuk menjalankan kegiatannya. Saat ini Pengajuan perizinan ini dapat dilakukan melalui sistem OSS berbasis resiko yang berada di web. Perizinan berusaha juga dibagi berdasarkan tingkat resiko agar dapat terus berjalan.

Tembakau sendiri menjadi salah satu prioritas Dinas Perindustrian NTB, berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan industrialisasi tembakau, seperti Bimtek Kawasan Tembakau/pengolahan tembakau iris (TIS) yang sudah dilaksanakan pada 2021 lalu, dan beberapa waktu lalu Dinas Perindustrian NTB juga telah melakukan Studi Banding Kawasan Tembakau di Kab Jember Provinsi jawa Timur.

Pengembangan industri tembakau NTB menjadi salah satu opsi dalam mendukung pembangunan Nusa Tenggara Barat. Tembakau merupakan salah satu sektor yang menjadi tulang punggung pembiayaan NTB. Inisiasi bantuan peralatan/mesin, Bimtek, Hingga pelayanan pendaftaran merk dan HAKI oleh Dinas Perindustrian NTB. Hal ini diharapkan mampu menjadi langkah-langkah baik dalam mengembangkan komoditas tembakau NTB.

Kegiatan Sosialisasi dihadiri oleh 25 orang IKM Tembakau dan beberapa stakeholder terkait yaitu Kepala DPMPTSP Lombok Timur, Achmad Dewanto Hadi, KUSUBBAG umum KPPCTMP Mataram, Arya Abdillah, Serta Perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Lombok Timur.