28 September 2022

Audiensi DEMA FTK UIN Mataram Ke Disperin NTB terkait Potensi Industri Desa Kuranji

Mewakili Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Kepala bidang Kerjasama, Pengawasan dan promosi, investasi industri Dra. Elly Suryani M.Pd didampingi oleh Sub Koordinator Promosi Investasi Industri, Ety Hartati, S.Si, dan Kasi Teknik Kemasan Firmansyah, S.T menerima kunjungan Audiensi dari DEMA Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Mataram terkait program Pengembangan dan Pendidikan Ekonomi Kreatif di Desa Kuranji Labuapi yang berlokasi di Aula Halal Industrial Park pada hari Selasa (26/07/2022).

Pada audience ini ketua DEMA FTK UIN Mataram, Halimsyah menyampaikan bahwa dusun Kuranji Induk memiliki potensi hasil alam berupa perikanan. Hanya saja, potensi tersebut tidak mampu memberikan nilai ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat Kuranji Induk. Penyebabnya adalah karena kebanyakan masyarakatnya bekerja sebagai buruh nelayan (bekerja sebagai nelayan tapi bukan pemilik kapal). Karena kapal – kapal yang terdapat di Kuranji Induk kebanyakan dimiliki oleh masyarakat luar. Selain itu, masyarakat Kuranji Induk juga kekurangan ilmu terkait teknik pengolahan ikan. Oleh karena itu, Ketua DEMA FTK UIN Mataram mengharapkan Dinas Perindustrian Provinsi NTB untuk memberikan fasilitasi berupa pelatihan pengolahan ikan menjadi Abon.

Menanggapi hal tersebut, Kepala bidang Kerjasama, Pengawasan dan promosi, investasi industri Dra. Elly Suryani M.Pd., menyampaikan saran dan masukan diantaranya Karangtaruna Desa Kuranji Induk melakukan survey terkait ikan jenis apa yang sering diperoleh oleh nelayan terdahulu. Tujuannya agar Dinas Perindustrian Prov. NTB dapat memperkirakan industri apa yang cocok untuk dikembangkan karena disesuaikan dengan jenis ikan yang diperoleh. Selain itu diperlukan pendataan jumlah penduduk terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan menginisiasi kelompok industri. Perlu diperhatikan bahwa dalam proses merekrut anggota kelompok, Karangtaruna perlu melakukan seleksi dengan sebaik mungkin agar terbentuk kelompok industri yang berkualitas.