21 September 2020

Dinas Perindustrian NTB

Industri Bergerak | Ekonomi Meningkat | Masyarakat Sejahtera

Griya Perampuan LOBAR

Teknik Pewarnaan Alam (Natural Dyeing) Kain Dengan Menggunakan Zat Pewarna Alam Akar Mengkudu

Griya Perampuan LOBAR

Dalam tulisan ini akan dijelaskan teknik   pewarnaan kain dengan menggunakan pewarna alam AKAR MENGKUDU. Akar mengkudu tidak hanya memiliki kandungan untuk obat dan sebagai bahan minuman, yang berwarna merah tanah, coklat kemerahan atau coklat susu, tetapi juga berperan penting sebagai salah satu bahan pewarnaan alami untuk  benang tenun  dan kain batik.

A.  Proses Pembuatan Zat Pewarna Alam (ZPA) Akar mengkudu

Proses pembuatan Zat Pewarna Alam (ZPA) dengan bahan baku akar mengkudu dapat dilakukan dengan salah satu dari 2 (dua) cara sebagai berikut :

–          Cara pertama, akar mengkudu yang  sudah di cincang dicampur dengan air dengan komposisi 3 kg akar mengkudu dicampur dengan 30 ltr air, kemudian dimasak/direbus menjadi 23 – 25 liter air, kemudian disaring dan dipisahkan dengan ampasnya. Air rebusan akar mengkudu tadi didinginkan dan dimasukkan ke dalam wadah/baskom. Jika ingin dipasarkan, dikemas dengan botol atau jerigen dan diberi label sesuai keinginan..

–          Cara kedua,akar mengkudu dihancurkan menjadi bubuk, kemudian dimasukkan ke dalam panci yang bersih dan dicampur air dengan perbandingan 2 liter air dicampur dengan 2 kilogram bubuk akar mengkudu, lalu kemudian direbus. Selesai direbus, saring air rebusannya dan pisahkan dari ampasnya untuk kemudian dimasukkan ke dalam botol dan diberi label sesuai dengan keinginan.

B.  Tahapan Pewarnaan Kain Dengan Zat Pewarna Alam (ZPA) Akar Mengkudu

Dalam proses pewarnaan kain dengan menggunakan zat pewarna alam berbahan baku akar mengkudu, ada beberapa tahapan yang harus dilalui, yaitu sebagai berikut :

a.    Mordanting

Mordanting merupakan langkah pertana dalam proses pewarnaan kain dengan menggunakan zat pewarna alam, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

Ø  Menyiapkan kain yang akan di-mordanting (dicelup) menjadi 3 bagian  berukuran masing-masing 25 cm untuk tiap jenis warna.

Ø  Bahan mordan (zat) yang digunakan antara lain soda abu, tawas, yang berguna untuk meningkatkan kemampuan penyerapan zat pewarna alam pada kain, baik jenis sutra, lembaran batik dan benang tenun.

Ø  Rendam bahan tekstil yang akan diwarnai dalam larutan sabun netral sebanyak 2 gram/liter, bisa berupa sabun cair atau sabun batangan. Ø  Perendaman dilakukan selama 2 jam, bisa juga direndam selama 12 jam atau semalam. Setelah direndam, bahan dicuci dan didinginkan.

b.   Proses pewarnaan

Proses pewarnaan dilakukan dengan cara sebagai berikut :

Ø  Bahan tekstil atau kain yang telah menjalani proses mordanting kemudian dimasukkan ke dalam wadah yang telah berisi ZPA Akar mengkudu yang telah disiapkan.

Ø  Perendaman dalam ZPA Akar mengkudu dilakukan secara berhati-hati dan perlahan selama 10 – 15 menit, kemudian  diangkat dan dianginkan.

Ø  Perendaman dilakukan secara berulang-ulang, minimal selama 6 – 8 kali celup.

Ø  Perendaman/ pencelupan dapat dilakukan semakin sering jika kita menginginkan warna yang lebih tua sesuai dengan selera.

c.    Fiksasi

Fiksasi adalah proses mengunci dan memperkuat warna/ hasil pewarnaan dengan menggunakan ZPA Secang agar tidak mudah luntur. Proses fiksasi memiliki 3 jenis unsur yaitu :

ØTawas, digunakan untuk mempertahan warna asli kain/ bahan tekstil. Caranya, sebanyak 70 gram tawas dilarutkan kedalam 1 liter air, kemudian kain direndam selama 10 menit, untuk kemudian diangkat dan dianginkan.  

ØKapur, digunakan untuk mempertahankan warna kain/ bahan tekstil yang lebih terang dari warna aslinya. Caranya, timbang 50 gram kapur tohor (gamping prongkal) ke dalam 1 liter air, kemudian kain direndam selama 10 menit, untuk kemudian diangkat dan dianginkan.

ØTunjung, digunakan untuk mempertahankan warna kain/ bahan tekstil yang lebih terang dari warna aslinya. Caranya, timbang 50 gram tunjung ke dalam 1 liter air, kemudian kain direndam selama 10 menit, untuk kemudian diangkat dan dianginkan.

Semoga bermanfaat ya Sobat industri informasi mengenai cara membuat pewarna alam dari bahan akar mengkudu.

Oleh: Dra Hafsah ( Fungsional Penyuluh Dinas Perindustrian Provinsi NTB)