28 September 2022

Disperin NTB Kenalkan Program Unggulan Industrialisasi ke Pemerintah Nouthern Territory Australia

Kepala bidang Kerjasama, Pengawasan dan promosi, investasi industri Dra. Elly Suryani M.Pd dan pejabat fungsional Sub Koordinator kerjasama Aris Priyadi S. Adm mengikuti rapat zoom meeting Persiapan MoU rencana kerjasama antara pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Nouthern Territory Australia pada hari Jumat, 15 Juli 2022.

Pada tanggal 5 Juli 2020, IA-CEPA atau Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement yang merupakan bentuk kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia yang menawarkan peluang dua arah dalam perdagangan barang dan jasa, penanaman modal, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia.

Lokasi strategis dan didukung pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, Indonesia dan Australia berada di posisi yang tepat untuk menjalankan kemitraan baru dan berkembang. Dengan populasi usia muda dan ekonomi yang berkembang pesat hingga mencapai lebih dari satu triliun dolar, Indonesia adalah negara dengan peluang yang luar biasa, sementara Australia adalah negara maju berpendapatan tinggi dengan layanan dan keterampilan kelas dunia. Oleh karena itu James Christian selaku perwalikan Nouthern Territory Australia menyampaikan bahwa Australia sangat menantikan terwujudnya kerjasama antara indonesia khususnya provinsi NTB dengan Australia.

Pada zoom meeting tersebut James Christian juga menyampaikan keprihatinan pemerintah australia tehadap penyakit kuku dan mulut hewan ternak yang sedang mewabah di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah australia menawarkan bantuan berupa vaksinasi dan pengadaan program exchange bagi pemuda indonesia yang ingin belajar lebih dalam mengenai cara meningkatkan kemanan dan kesehatan hewan ternak, seperti penanganan penyakit hewan ternak di australia. Seperti program exchange pernah dilakukan sebelum pandemi oleh Universitas Gajah Mada beserta pemerintah Australia.

Selain ingin bertukar pengetahuan terkait peternakan. Pemerintah Australia juga menyampaikan keinginan mereka untuk melakukan pertukaran informasi terkait culture tourism yang ada di NTB.

Pada kesempatan ini, Kepala bidang Kerjasama, Pengawasan dan promosi, investasi industri, Dra. Elly Suryani M.Pd., juga sempat memperkenalkan program unggulan dinas perindustrian terkait industrialisasi. Beliau juga menjelaskan hingga 2022 jumlah IKM di NTB mencapai 92,064 IKM yang terdiri dari 90,891 IKM Non Formal dan 1.173 IKM Formal.

Kepala BAPPEDA Provinsi NTB Dr. Ir. H. Iswandi, M.si., menyambut baik tawaran kerja sama pemerintah Australia. Hanya saja sebelum penandatangan MoU yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan September, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan : Pertama, Pihak NTB dan pihak australia harus menyiapkan program prioritas unggulan terbaik yang nantinya dapat menguntungkan 2 belah pihak. Kedua, Perlu diadakannya pertemuan setiap 2 minggu sekali terkait pembahasan draft MoU. Ketiga, Perlu dibuatkan sebuah tim khusus terkait persiapan MoU.