28 September 2022

Makanan Tradisional dalam Kemasan Steril untuk 10 IKM Kota Bima

Nusa Tenggara Barat kini, dikenal dengan kaya akan wisata alamnya dan juga kuliner kuliner khas yang menggiurkan lidah. Menciptakan rasa rindu para wisatawan untuk kembali lagi berkunjung ke NTB yaitu dengan kuliner khas yang bisa dibawa atau dijadikan oleh-oleh bagi mereka. Namun menjadi masalah ketika kemasan yang digunakan menjadikan produknya tidak tahan lama.

Pagi ini (Rabu, 13 Juli 2022) – Dinas Perindustrian Provinsi NTB melalui UPTD Balai Kemasan Produk Daerah NTB yang di hadiri oleh Kepala Balai Kemasan Aryanti Dwiyani, M.Pd., Kasi Diklat dan Promosi Heldy Sardianto, M.M.Inov dan Staf BKPD Wisnu Setya dan Puput Hardianti, SP., melakukan kegiatan Pendampingan Makanan Tradisional dalam Kemasan Higienis yang diikuti oleh 10 IKM kota Bima bertempat di UPT Rumah Tenun Kota Bima.

Dalam sambutannya, Kadis Koperindag Kota Bima Abdul Haris, SE., menyampaikan ucapan terimakasih kepada UPTD BKPD karena Kota Bima menjadi salah satu target pendampingan kemasan higienis untuk IKM lokal. Abdul Haris menyampaikan harapannya agar kuliner lokal Bima bisa hadir di pasaran dan lebih diketahui oleh masyarakat.

“Terimakasih kepada Balai Kemasan Dinas Perindustrian Provinsi NTB bersedia mendampingi IKM di Kota Bima terkait makanan tradisional dalam kemasan higienis. Semoga makanan khas daerah kita ini bisa seperti makanan khas daerah lain yang bisa dikemas supaya bagus dan juga lebih terkenal lagi” Ungkapnya.

Kepala UPTD Balai Kemasan, Aryanti Dwiyani, M. Pd memaparkan tentang pentingnya sebuah kemasan untuk produk. Produk yang dikemas bagus dan kreatif mampu meninggikan harga nilai jualnya. Keunikan kemasan juga diperlukan agar dikenal dan diingat oleh konsumen.

Kasi Diklat dan Promosi, Heldy Sardianto, MM. Ini juga menerangkan tentang kemasan steril/higienis, serta manfaat dan juga fungsi sterilisasi. Heldy juga menjelaskan macam macam kemasan yang bisa digunakan untuk kemasan steril.

“Sterilisasi dapat mematikan kuman atau mikroba yang ada pada produk dengan suhu tinggi. Menambahkan ketahanan dan kualitas produk dalam suhu ruangan” jelas Heldy.

Kegiatan dilanjutkan dengan praktek kemasan higienis. Dengan harapan IKM  bisa mengaplikasikan dan mempraktekkan langsung kepada produk masing masing.