10 Agustus 2022

FGD Isu Strategis Industri Garam di Nusa Tenggara Barat

Mewakili Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Pejabat Fungsional Pembina Industri, Misbah Ali Astanugraha ST. MM. dan Ir. Evy Djulaeha menghadiri acara Focus Group discussion dan pemaparan hasil evaluasi industri garam di NTB pada hari Rabu 15 Juni 2022.

Acara ini dilaksanakan oleh BPKP perwakilan provinsi NTB dan dihadiri oleh beberapa instansi terkait di tingkat Pemprov dan kabupaten/kota se-NTB. Dinas Perindustrian NTB tentu juga mempunyai tanggung jawab besar dalam mengawal kegiatan industri garam yang ada di NTB.

Provinsi NTB memiliki potensi lahan tambak garam seluas 9.785,34 Ha, namun baru dimanfaatkan seluas 2.348,91 Ha, atau 24 % dengan produksi garam sampai dengan Desember 2019 sebesar 155.722 ton, dan baru dimanfaatkan sebesar 46.581 ton yaitu untuk konsumsi rumah tangga sebanyak 19,6 %, industri non panggan 27,3 % dan insustri pangan 53,1 %. (Dislutkan@ntbprov.go.id)

Dengan potensi yang besar tentu kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan untuk industri garam lebih maju. Isu strategis yang diangkat dalam diskusi tersebut adalah kebijakan pemda dalam mengawal industri garam, program OPD yang menyentuh sektor garam sampai dengan inovasi dan teknologi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas industri garam.

Semoga dengan adanya FGD ini industri garam NTB semakin maju untuk NTB Gemilang

NTBLawanCorona

Industrialisasi

CintaidanBeliProdukNTB

PertumbuhanIndustri

IKMnaikKelas

NTBMandiridanSejahtera

NTBGemilang

DariNTBuntukIndonesia

IKMKerjaKerasIKMNaikKelas