10 Agustus 2022

Bunda Kadis Yanti Bicara Industrialisasi di Acara Ngobrol Bareng Wanita Inspiratif

Minggu, 29 Mei 2022, Kadis Perindustrian Provinsi NTB menghadiri acara ngobrol bareng bersama wanita inspiratif sekaligus acara halal bihalal yang diselenggarakan oleh IPEMI ( Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia) turut hadir juga Ibu Evi Apita Maya, SH.,M.Kn selaku Anggota DPD RI dapil NTB – Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI).

IPEMI bertujuan untuk membantu pengusaha muslimah dalam mengembangkan usahanya. IPEMI ingin membangkitkan Muslimah Indonesia yang punya kepercayaan diri untuk maju berwirausaha agar perekonomian keluarga muslimah bangkit .

Dalam sambutan ketua Ipemi NTB (Drs. Intan Bau) bahwa Ipemi dipercaya sebagai fasilitator nasional oleh BPOM pusat dan daerah dan sudah bekerjasama dengan Bank NTB dalam pemasaran dan pembiayaan.

Ipemi sendiri sudah melakukan beberapa kegiatan atau pelatihan diantaranya pelatihan kepada masyarakat dan mahasiswa Unram untuk pembuatan pakan ikan tawar yang bekerjasama dengan Unram dan didampingi oleh dinas perikanan lombok barat dan sudah membuat pelatihan khusus bagi anggota Ipemi yakni pengolahan ubi kayu untuk menjadi rengginang serta pembuatan abon ikan bersama masyarakat dan perangkat desa yang ada di desa segerongan.

Ibu Evi Apita Maya SH.M.Kn mengatakan, Ipemi terbukti mampu memujudkan kemandirian perekonomian keluarga dan produk² yang dihasilkan luar biasa bagus-bagus dan saya selaku anggota DPD RI siap menjadi jembatan untuk membantu memfasilitasi keperluan Ipemi.( Ungkap Ibu Evi)

Dalam kesempatan tersebut Kadis Perindustrian Provinsi NTB menyampaikan bahwa perlunya menyuguhkan menu yang terbaik, pelayanan yang terbaik dengan produk-produk yang sudah memiliki izin edar, BPOM dan SNI serta memiliki label Halal.

“Yang perlu kita perhatikan walaupun skala kita Homestay, walaupun skala usaha kita rumahan, tetapi standarisasi produk-produk itu tetap harus berbaris aturan-aturan internasional antara lain produk-produk harus memiliki BPOM yang sudah di akui oleh dunia, Label Halal serta SNI. Beberapa yang wajib SNI seperti AMDK ,Garam beryodium itu wajib SNI, karena tamu kita yang sekarang bukan kaleng- kaleng lagi, dengan naik kelasnya NTB yang berhasil menggelar event MotoGP dengan sarana prasarana kelas dunia maka otomatis wisatawan dari kalangan bisnis pun mulai meningkat. Jadi produk kita pun harus kita tingkatkan lagi kualitasnya, “Jelas Kadis Perindustrian”.

Kadis perindustrian provinsi NTB menekankan juga kepada Ipemi bahwa tidak hanya kuliner saja yang difokuskan tapi harus melihat peluang bahwa wisatawan yang berkunjung ke NTB tidak hanya berburu ke kuliner saja melainkan banyak juga yang berburu membeli mainan anak-anak, kerajinan dll sebagai oleh-oleh. “Tambah Kadis Perindustrian NTB”.

Saat ini Balai Kemasan Produk Daerah on proses membuat rumah kemasan dimana semua IKM dapat memakainya dengan syarat membawa produk untuk disterilisasi dan bisa langsung dikemas dengan nama atau brand dari pelaku IKM masing-masing.

Dengan harapan semoga lahir IKM-IKM Kuliner baru yang mengikuti jejak beca bero (ayam taliwang) , sate rembiga dan ayam rarang yang mampu berdaya saing di kancah internasional. (Tutup Kadisperin NTB)