3 Juli 2022

Kadisperin Koordinasi dengan PLN UIW NTB tentang Pemanfaatan FABA

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Nuryanti, SE., ME melakukan koordinasi dan sinergi dengan PLN UIW NTB terkait IKM yang bisa dibina untuk program pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) yang dapat digunakan sebagai substitusi bahan baku produk dalam agenda Multi Stakeholder Forum pada hari Kamis, 21 April 2022 di Hotel Grand Legi Mataram.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian ini bisa di sinergikan dengan IKM yang ada di NTB dengan pemanfaatan FABA yang dapat digunakan kembali sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, sekaligus tindaklanjut MoU dengan delapan OPD di NTB Bulan November 2021.

“Ada IKM kita yang buat paffing block, biar bisa bahannya dari FABA. Semoga bisa di bina sama PLN” Ungkapnya

Adapun potensi pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) di Nusa Tenggara Barat diantaranya:

  1. Dapat sebagai bahan baku untuk mendukung program NTB Gemilang;
  2. Dapat mengurangi penggunaan sumber daya alam yang masih tersedia di alam dan menggantinya dengan FABA “Zero Waste” sebagai substitusi dan/atau bahan baku dan produk samping sehingga dapat menurunkan biaya;
  3. Dapat meningkatkan riset, inovasi, dan teknologi pemanfaatan FABA sebagai bahan maupun produk pemanfaatan;
  4. Dapat mendorong pemanfaatan FABA dan menumbuhkan sekular ekonomi melalui pemanfaatan FABA oleh UMKM maupun masyarakat dengan menggunakan metode konvensional yang ada.

PT PLN (Persero) mencatat sebanyak 1.124 ton limbah hasil pembakaran batu bara atau Fly Ash Bottom Ash (FABA) telah dimanfaatkan dalam proses pembangunan sejumlah infrastruktur dan properti di Nusa Tenggara Barat (NTB). Terdapat beberapa lokasi di NTB yang telah memanfaatkan FABA adalah Lombok Tengah, Lombok Barat, Kota Mataram dan juga Sumbawa. Instansi seperti Polda NTB, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bank Sampah NTB juga telah menggunakan FABA.