3 Juli 2022

One Village One Product (OVOP) ikhtiar Pengembangan Sentra IKM Daerah

Kepala Dinas Perindustrian NTB diwakili oleh Kepala Bidang Pembangunan Sumber Daya Industri Lalu Luthfi, S.T., M.Si., dan Pejabat Fungsional Pembina Industri Bidang PSDI Yana Mulyana, S.T mengikuti kegiatan Sosialisasi Program Pengembangan IKM di Sentra IKM melalui One Village One Product (OVOP) untuk komoditi Anyaman dan Gerabah yang diselenggarakan oleh Direktorat Jendral Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian RI secara daring melalui aplikasi Zoom dan dihadiri oleh para perwakilan dari IKM Kerajinan Anyaman dan Gerabah serta para Dinas Perindustrian Perdagangan seluruh Indonesia pada hari Kamis, 21 April 2021.

Kegiatan Sosialisasi ini dibuka oleh Sekretaris Jendral Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian RI (Sri Yunianti) melalui pembukaan Sosialisasi Program Pengembangan IKM di Sentra IKM melalui One Village One Product (OVOP) untuk komoditi Anyaman dan Gerabah, dipanjutkan dengan penjelasan tentang program One Village One Product (OVOP) yaitu sebuah konsep Pendekatan pengembangan potensi daerah di satu wilayah untuk menghasilkan satu produk kearifan lokal, berkelas global yang khas daerah dengan memanfaatkan sumberdaya lokal.

OVOP memiliki 3 prinsip dasar, yaitu produksi lokal yang bersifat global, kemandirian dan kreatifitas, serta pengembangan sumberdaya manusia. Kemudian, ada 5 Komoditas OVOP yang diutamakan, yaitu Makanan dan minuman, Kain Batik, Kain Tenun, Gerabah, dan Anyaman. Dari 5 komoditas utama itu yang menjadi kriteria OVOP merupakan produk unggulan daerah, memiliki keunikan, berbahan baku lokal, memiliki pasar domestik dan atau global, serta memiliki kualitas dan diproduksi secara berkesinambungan.

Target utama untuk program OVOP ini adalah para pelaku usaha terutama para IKM yang berada di daerah-daerah. Untuk bisa mengikuti dan menjadi OVOP, para IKM harus termasuk dalam sentra komoditas di daerahnya, kemudian mengusulkan ke Kementerian Perindustrian RI dengan cara terlebih dahulu mengusulkan OVOP ke Dinas Perindustrian Perdagangan Kabupaten/Kota, dengan tembusan Dinas Perindustrian Perdagangan Provinsi dan Gubernur atau Wakil Gubernur, selanjutnya akan diteruskan ke Kementerian Perindustrian RI melalui Website OVOP yaitu ovop.kemenperin.go.id.

Tahap pendaftaran dan pengusulan OVOP dibuka mulai tanggal 1 April-30 Juni 2022, dilanjutkan tahap seleksi, setelah lolos seleksi akan dilakukan penetapan OVOP dan pemberian penghargaan, dan selanjutnya akan terus dilakukan pembinaan.

Kegiatan Sosialisasi dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang pengembangan produk dalam rangka peningkatan nilai tambah pada industri anyaman dan gerabah oleh Balai Besar Kerajinan dan Batik (Hendra Yetty) menjelaskan tentang upaya-upaya pengembangan produk pada komoditi anyaman dan gerabah.

Kemudian pemaparan materi oleh perwakilan Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia ASEPHI (Vinto Bustam Effendi) menjelaskan tentang pengembangan produk berlandaskan pada cerita dan tradisi keIndonesiaan pada produk kerajinan sebagai kekuatan dalam persaingan di pasar global.

Terakhir, sesi berbagi pengalaman dan disuksi dengan para peserta sosialisasi oleh Ketua IKM Timboel Keramik (Timboel Raharjo) sebagai salah satu contoh pengalaman sukses di dunia kerajinan terutama di kerajinan Gerabah.