3 Juli 2022

IKM Lobar Sasar Perhotelan, Disperin NTB Siap Fasilitasi Izin Produk

Mewakili Kepala Dinas Perindustrian NTB, Kabid kerjasama Dra. Ely Suryani, M.Pd dan Sub Koordinator Promosi Investasi, Ety Hartati, S.Si menghadiri Pertemuan Pengembangan Promosi Produk IKM, untuk menjalin kemitraan (Pertemuan Bisnis Gathering untuk IKM Tekstil dan Aneka) yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lombok Barat, pada hari Jumat, 01 April 2022 di Hotel Aruna, Senggigi. Agenda ini juga dihadiri oleh Bupati Lombok barat, Asisten 2 Lombok barat, Sekda Lombok barat dan direktur IKMA Kemenperin, Beberapa IKM, kepala OPD terkait dan organisasi lainnya. Pertemuan ini bertujuan mengembangkan promosi IKM yg ada di Kabupaten Lombok Barat.

Dalam sambutannya, Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid mengungkapkan, Tenun sebagai warisan budaya terus dikembangkan didaerah Lobar sebagai salah satu penyangga DPSP Mandalika, ada lebih dari 11.000 IKM yg ada di Lombok Barat yg siap mendukung peningkatan perekonomian di Lombok Barat.

Bupati Lombok juga mengatakan hal-hal yang semestinya menjadi perhatian bagi IKM adalah Kualitas produk ( harus bisa konsisten dlm menjamin keberlangsungan kualitas produk), tidak berpikir aji mumpung yg akan mempengaruhi kualitas produk berkurang, berkolaborasi untuk mempromosikan produk sehingga menjadi produk unggulan, dan potensi industri yg berkaitan dgn kebutuhan hotel.

Sementara itu Direktur IKMA dalam sambutanya menyatakan bahwa rendahnya pertumbuhan ekonomi di Bali dan NTB pada tahun 2021 itu dipengaruhi oleh sektor pariwisata yg sempat vakum karena covid19. Walaupun kecilnya PDRB di wilayah Bali dan NTB yaitu 0,07% tapi kalau dilihat Potensi Link and match IKM Lombok Barat sangat besar terutama pada bidang pariwisata, dimana kebutuhan pariwisata terkait industri produk souvernir, membuka potensi bagi pelaku IKM tekstil dan kerajinan.

Menanggapi hal tersebut, Ely Suryani menyampaikan produk IKM dari Lombok Barat harus terstandarisasi baik legalitas kelembagaan, standarisasi produk dari segi kuwantitas, kualitas dan kontinuitas agar produk IKM bisa termuat di E-katalog untuk merealisasikan aturan 40% belanja pemerintah sekaligus bisa di distribusikan ke hotel hotel yang ada di Lombok Barat.

“Legalitas perizinan produk inilah yg menjadi PR kita di Disperin NTB untuk mendampingi IKM-IKM tersebut.” Tuturnya.

Agar kontinuitas bisa terpenuhi lanjutnya, maka permesinan yg tepat perlu di gunakan. Tentunya dengan mesin yg dibuat sendiri oleh IKM NTB. Sehungga antara produsen mesin dan IKM yg mengolah terjalin satu ekosistem jual beli antar IKM yg saling memenuhi satu sama lain sehingga terbentuk satu rantai ekosistem industri saling mendukung satu sama lain. Hal inilah nantinya akan membuat perputaran ekonomi hadir di Nusa Tenggara Barat yg akan menjadikan IKM lokal lebih hidup tentunya mendukung pergub 43 tentang bela beli produk lokal.

Busness Gathering IKM tekstil dan aneka ini diharapkan bisa dijadikan sebagai wadah berkumpulnya IKM untuk bertukar Informasi, kolaborasi IKM dlm memperluas networking yg mendorong hadirnya inovasi, peningkatan daya saing, promosi dan perluasan pasar.