3 Juli 2022

Minyak Goreng Sawit Curah sudah Mulai Terdistribusikan

Mewakili Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Pejabat Fungsional Pembina Industri sub Koordinator Pengawasan Bahrul Helmi dan Lalu Hakim, menghadiri rapat tindak lanjut terkait Minyak Goreng Sawit curah yang di adakan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Perindustrian. Inspektorat Jenderal Kementerian Perindustrian menyebutkan telah terdistribusi 27,06% Minyak Goreng Sawit curah dari target nasional dan Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu Provinsi yang telah mendistribusikan. Hal ini disampaikan pada hari Jumat, 01 April 2022 melalui Zoom Meeting.

Inspektorat Jenderal Kementerian Perindustrian proaktif melakukan pengawasan terhadap pasokan dan distribusi minyak goreng sawit (MGS) curah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pelaku usaha mikro, dan usaha kecil. Hal ini merupakan implementasi Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 1474 Tahun 2022 tentang Tim Pengawas Penyediaan MGS Curah untuk kebutuhan masyarakat, usaha kecil dalam kerangka pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Dalam pelaksanaannya, pengawasan juga melibatkan perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, Satgas Pangan POLRI, Pemerintah Daerah, dan BPDPKS.

Masrokhan menyebutkan, tujuan pengawasan MGS curah bersubsidi ini antara lain untuk memastikan pelaku usaha telah terdaftar dan telah menyediakan MGS Curah sesuai ketentuan, antara lain tidak melakukan pengemasan ulang (repacking), memalsukan dokumen, mengalihkan alokasi MGS curah ke industri, baik dalam negeri maupun ekspor. Seslain itu, para distributor juga wajib melakukan distribusi sesuai ketentuan.

Selanjutnya, memberikan keyakinan bahwa MGS Curah telah diproduksi dan didistribusi tepat sasaran dan tepat jumlah untuk keperluan masyarakat, Usaha Mikro, dan Usaha Kecil, serta tersedia secara merata di seluruh wilayah Indonesia hingga terlaksana secara efisien dan efektif.

Selain itu, tujuannya memastikan pembiayaan oleh BPDPKS kepada pelaku usaha telah tepat cara, tepat jumlah, dan tepat sasaran serta akuntabel sesuai ketentuan, memberikan keyakinan penerapan harga MGS Curah di lapangan telah sesuai harga eceran tertinggi (HET), serta mengidentifikasi permasalahan dan memberikan solusi terbaik serta memastikan pengendalian internal telah dilakukan secara memadai.

Menanggapi hal tersebut, Bahrul Helmi menyampaikan tindak lanjut dari zoom tersebut adalah terbentuknya sebuah tim dari Dinas Perindustrian Provinsi NTB untuk mengawasi peredaran minyak curah lingkup Nusa Tenggara Barat.

“follow up nya akan ada tim dari Disperin NTB terkait pengawasan minyak curah, sesuai interuksi dari kemenperin”. Tuturnya.

Dalam mendukung pengawasan, tim pengawas menyediakan tool kuisioner yang disesuaikan dengan pelaksanaan tugas dan fungsinya, serta melakukan pengawasan penyediaan minyak goreng sawit curah. Hal ini sesuai target yang diminta oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, yaitu harga MGS Curah di tingkat konsumen telah sesuai HET yang ditetapkan, yaitu Rp14.000 per liter atau Rp15.500 per Kg dapat dicapai pada tanggal 4 April 2022.