10 Agustus 2022

Musrenbang, Forum Stakeholder Terhadap Usulan Rencana Kerja Perangkat Daerah Provinsi NTB

(Kamis, 31/3/22) Mewakili Kepala Dinas Perindustrian Prov. NTB, Kabid Sarana Prasarana dan Pemberdayaan Industri, Bapak Lalu Siswadi Handayani, SE., M.Pd. menghadiri pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) Tahun 2022 Untuk Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKPD) Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2023 bertempat di Hotel Lombok Raya.

Kepala Bappeda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si selaku ketua Panitia dalam sambutan mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan Musrenbang. “Melalui kesempatan ini, saya berterimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung penyelenggaraan musrenbang Tahun 2022 Untuk RKPD Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2023″ tutur Iswadi.

Kabid Sarana Prasarana dan Pemberdayaan Industri, Bapak Lalu Siswadi Handayani, SE., M.Pd. menghadiri pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG)

Menurutnya, melalui pelaksanaan Musrenbang  ini menjadikan forum klarifikasi, penyelarasan, dan kesepakatan para perangkat kepentingan pembangunan (stakeholders) terhadap usulan rencana kerja pada Perangkat Daerah Provinsi NTB. Usulan rencana kerja tersebut merupakan elaborasi dari perencanaan teknokratis yang dilakukan oleh Perangkat Daerah, hasil penelaahan terhadap usulan masyarakat dan usulan Pemerintah Kabupaten/Kota, serta hasil reses Anggota DPRD yang telah diparipurnakan.

Sambutan Ketua Panitia

Kepala Bappeda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si juga menjelaskan bahwa tagline Musrenbang RKPD NTB Tahun 2023 “Sinergi Kuat Kinerja Hebat” beliau mengartikan sebagai bentuk untuk meningkatkan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota. 

Sambutan Gubernur NTB

Tema Pembangunan untuk RKPD Provinsi NTB Tahun 2023 adalah “Peningkatan Produktivitas Industri dan Disersifikasi Ekonomi yang Inklusif Untuk Mewujudkan Kegemilangan NTB yang berkelanjutan”.

Arah Kebijakan RKPD NTB Tahun 2023 antaralain:

  1. Penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi daerah melalui peningkatan capaian vaksinasi, jaminan kesehatan, dan penguatan sektor produktif (pertanian, industri, infrastruktur);
  2. Peningkatan kualitas SDM melalui layanan kesehatan berkualitas, layanan pendidikan, dan pendidikan vokasi;
  3. Peningkatan industrialisasi sektor unggulan daerah melalui pengembangan industri pengelolaan, pengembangan industri kreatif, dan pengembangan ekonomi Hijau-Biru-Sirkular;
  4. Perluasan lapangan kerja melalui penyediaan akses lapangan kerja, membangun kemitraan dengan dunia usaha, dan peningkatan investasi;
  5. Peningkatan pendapatan daerah melalui pengembangan potensi sumber pendapatan daerah, peningkatan layanan publik, dan peningkatan sarana prasarana;
  6. Infrastruktur layanan dasar yang mendukung penanggulangan kemiskinan, industrialisasi, diversifikasi ekonomi, kesiapsiagaan bencana, dan kualitas lingkungan;
  7. Target Penurunan kemiskinan menjadi SATU DIGIT dan penanggulangan kemiskinan ekstrim melalui gerakan multipihak.
Suasana Pembukaan Musrenbang