3 Juli 2022

SELONG-Tim penguji F0 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mulai turun lapangan. Mereka menguji produk olahan pangan milik pelaku industri kecil (IKM) melalui uji F0. Lokasi pertama,IKM Nasi Balap Puyung Inaq Esun dan Ayam Rarang Lomok Timur.

Uji F0 merupakan ukuran kecukupan panas untuk proses sterilisasi komersial yang dinyatakan sebagai ekivalen waktu pemanasan( dala satu menit) pada suhu konsisten 121,1 derajat Celcius (250 derajat Fahrenheit).

Ketua Tim Penguji Food Enginering BRIN Asep Nurhikman menuturkan, penguji F0 untuk IKM Nasi Balap Puyung Inaq Esun harus tertunda. Itu lantaran alat alat produksi dinilai belum siap.

“Terpaksa ditunda pengujiannya, belum siap. Sehingga kami bergeser ke IKM lain,” katanya, kemarin(15/3)

Hasilnya, Ayam Rarang Lotim lolos uji F0. Artinya, untuk rumah produksi dan peralatanya sudah terpisah dari rumah utama. Alat alat yang dimiliki juga sangat representatif. Baik dari sisi memasak hingga sterilisasi. Tim pun dengan mudahlakukan setting mesin dan sebagainya.”Sudah dievaluasi dan sesuai yang diharapkan,” imbuhnya.

Adapun hasil Uji F0 yang diperoleh adalah lima menit lebih. jika dibandingkan dengan nilai standar dari perka BPOM nomor 24 tahun 2016 yang minimal tiga menit. “Secara Perka BPOM produk ini sudah aman dan strelisasi komersial,” ucap Asep.

“Ayam Rarang ini kami uji untuk makanan kaleng dengan kapasitas 400 gram,” jelasnya.

Pengujian F0 akan dilakukan berikutnya pada beberpa IKM produk Ayam Taliwang Mataram. Dilanjutkan kesejumlah IKM diPulau Sumbawa.

Sseblumnya, Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti mengatakan,adasembilan IKM yang mengikuti Uji F0. Pengujian tersebut untuk meningkatkan daya saing produk lokal engan produk luar. Serta memastikan proses produksi produk olahan pangan dapat menekan atau meniadakan bakteri dalammakanan. Sehingga satu tanpa harus menggunakan bahan pengawet.

“Sama sekali tidak menggunakan bahan pengawet. Tidak ada bakteri dalam kemasan sehingga ini bisa bertahan lama,” tandasnya.(ewi/r9/*)