3 Juli 2022

Kolaborasi Sektor Wisata dan Industri, Salah Satu Strategi Promosi UMKM

Mahasiswa dan pemuda adalah elemen penting dalam pembangunan NTB. Khususnya di sektor industrialisasi. Peran penting tersebut harus dibangun dengan pemahaman bersama mengenai konsep industrialisasi NTB. Berkaitan dengan hal tersebut, berbagai diskusi baik formal dan informal harus terus dilakukan untuk membangun pemahaman bersama tersebut.

Salah satu opsi untuk membangun pemahaman bersama tersebut adalah dengan menghadiri forum diskusi yang diinisiasi oleh kawan-kawan Organisasi Kemahasiswaan Dan Pemuda (OKP) di NTB. Berbicara mengenai industrialisasi dan segala aspeknya, membangun peluang bersama dan ikut terlibat dalam pembangunan daerah khususnya di sektor industri menjadi salah satu point penting yang diharapkan lahir dari diskusi-diskusi tersebut. Mewakili Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Kepala Bidang Pembangunan Sumberdaya Industri, Lalu Lutfi, ST., M.Si menjadi narasumber dalam acara NGOPI (Ngoprol Opini) yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi HMI Bali Nusra, bertempat di Tuwa Kawa Cafe, Kamis, 11 Maret 2022. Kegiatan ini dihadiri juga Dinas Pariwisata NTB.

Dalam diskusi dengan tema wisata dan industri tersebut, disampaikan bahwa pengembangan wisata di NTB sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah tentu saja sangat erat kaitannya dengan sektor industri. Marketing produk UMKM NTB di berbagai event dan tempat wisata menjadi salah satu strategi yang sudah dan sedang dikembangkan. Aspek lain yang sudah juga didiskusikan dalam kaitannya dengan sektor pariwisata adalah menjadikan pelaku UMKM sebagai salah satu objek wisata baru di NTB.

Menjadikan pelaku UMKM NTB sebagai sebuah destinasi wisata jelas merupakan peluang besar. Di banyak daerah di Indonesia, hal ini terus berkembang pesat, NTB harusnya mengambil peluang tersebut. Kekuatan UMKM sebagai salah satu sektor yang dominan di NTB merupakan peluang baik yang harus digesa, walaupun tantangannya tentu saja banyak. Peran pemuda dan mahasiswa dalam menginformasikan daya tarik UMKM untuk mendorong minat publik agar datang dan berkunjung kesana jelas menjadi salah satu elemen penting. Jika pelaku industri dan UMKM dibranding menjadi sebuah tempat wisata, maka hal ini sekaligus menjadi media promosi bagi UMKM yang bersangkutan.

Dampak lain yang diharapkan menjadi elemen penting dalam kolaborasi antara sektor wisata dan industri oleh para pemuda ini adalah keterlibatan mereka secara aktif menjadi pelaku usaha itu sendiri. Menjadi enterprenuer, bahasa kerennya, Keterlibatan ini tentunya selaras dengan program industrialisasi NTB yang secara komprehensif mendorong lahirnya Wirausaha Baru di NTB, dengan mentalitas dan ilmu yang terukur, untuk mendukung pembangunan daerah di NTB.

Menyambut peluang dalam diskusi yang menarik tersebut, salah satu praktisi wisata yang juga menjadi narasumber diskusi, Dr. Rahmat Yuliawan, SE., MM. A.WP menjelaskan bahwa potensi wisata NTB, di berbagai sektor memang sangat menarik untuk digagas. Namun, salah satu kelemahan yang harus dibenahi adalah kompetensi dan keterampilan para pemuda NTB dalam menyambut peluang tersebut. Beliau mencontohkan, dalam event Moto GP yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat, keterlibatan fotografer dan kehumasan menjadi prasyarat penting, namun karena kurangnya kompetensi putra NTB khususnya dalam kompetensi yang tersertifikasi di sektor terkait, maka peran tersebut diambil oleh sumber daya lain yang datang dari luar NTB dan Indonesia.

Diskusi sore bersama kawan-kawan mahasiswa ini sangat menarilk. Membuka peluang untuk menjadikan sektor UMKM sebagai lokasi wisata baru jelas adalah tantangan yang harus ditangkap. Peran pemuda dan generasi milenial pada umumnya akan sangat banyak dibutuhkan. Namun sekali lagi, menyambut peluang tersebut tentunya harus dengan kompetensi dan keterampilan yang terasah dan komprehensif. So, mari kita saling meningkatkan kapasitas untuk terus belajar dan belajar. Bergerak bersama, menuju NTB Gemilang.