28 Juni 2022

Terus belajar untuk NTB Gemilang. Spirit ini menjadi kerangka pikir tim Disperin NTB untuk berangkat ke Jawa Timur. Belajar tentang apa? Ya, tentu saja, tentang industri. Jawa Timur sebagai salah satu sentra industri nasional tentu saja menjadi tempat belajar bagi NTB yang sedang membangun ekosistem industri menuju NTB Gemilang.

Dipimpin langsung oleh Bunda Kadis Yanti, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, tim Disperin melakukan kunjungan “belajar” ke Kawasan Industri Halal (KIH) Safe and Lock di Sidoarjo – Jawa Timur. Areal KIH pertama di Indonesia ini memiliki luas +/- 148 hektar yang tergabung dalam sebuah kawasan industri terintegrasi seluas 410 hektar. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari sejarah pembentukan KIH Jatim, sekaligus juga mempelajari tantangan yang dihadapi dalam proses pembentukan sebuah kawasan industri halal.

Hal in sejalan dengan inisiasi Disperin yang saat ini sedang memfasilitasi pembentukan Kawasan Industri Halal (KIH) NTB. Pembelajaran dari KIH Sidoarjo menjadi modal penting untuk meneruskan konsep besar tersebut agar bisa diimplementasikan dalam proses pembangunan KIH di NTB. Tentu saja, disesuaikan dengan kultur dan skema UMKM yang ada di NTB. Dari proses pembelajaran tersebut, banyak masukan yang diterima oleh Tim Disperin yang nantinya bisa diimplementasikan dalam progres pembangunan KIH NTB.

“Jika Sidoarjo saja bisa, maka NTB pasti bisa. Jika KIH ini sudah terbentuk, kita percaya bahwa IKM NTB banyak yang akan naik kelas”, demikian papar Bunda Kadis Yanti, selaku Kadisperin, selesai mengikuti presentasi KIH Jatim yang disampaikan oleh Pak Markos Iwan, selaku Sekretaris PT. Makmur Berkah Amanda, Tbk, selaku pengelola KIH Jatim tersebut.

KIH NTB diharapkan mampu menjadi ikon NTB kedepan. Menggabungkan seluruh proses industri dalam satu kawasan merupakan sebuah ide cerdas untuk membangun kontinuitas ekosistem industri di NTB. Bahan baku yang terjamin, jumlah dan kualitasnya, proses mekanisme dengan mesin-mesin terbaik buatan NTB, dan jaminan akan akses pasar, semuanya terjadi dalam satu kawasan terpadu menjadi salah satu keunggulan komparatif KIH NTB yang saat ini sudah masuk dalam tahap penyusunan perencanaan detail desain (DED) dan studi kelayakan lokasi (FS).

Belajar sampai ke negeri seberang. Untuk membangun skema industri di NTB Gemilang. Spirit baik dari tim Disperin ini tentu saja harus menyebar dan menjadi spirit baik bagi seluruh IKM NTB untuk terus meningkatkan kualitas agar dapat menjadi bagian dari ekosistem industri terintegrasi yang ada dalam KIH NTB nantinya. Yuk, Sobat Industri semua, bersaing dalam wirausaha sih sah sah saja, namun yang harus diingat bahwa spirit untuk terus tumbuh bersama dalam sebuah ekosistem industri di NTB jelas harus menjadi tujuan bersama. Karena, bagaimanapun, jika IKM NTB mampu tumbuh bersama, maka secara otomatis akan mengangkat nama NTB ke level yang tinggi. So, mari bergerak bersama, menuju NTB Gemilang.