28 Juni 2022

Disperin NTB Lakukan Koordinasi dengan Pakar Industri Halal Indonesia terkait percepatan KIH

Menindaklanjuti pembahasan percepatan pembangunan Kawasan Industri Halal (KIH) Provinsi NTB yang telah dilaksanakan secara maraton beberapa waktu yang lalu, kali ini dilakukan pertemuan bersama tim pakar industri halal Indonesia, Prof. Dr. Irwandi Jaswir., M.Sc, melalui pertemuan online yang dihadiri oleh Kepala Bidang Kerjasama, Promosi, Investasi Dan Pengawasan Industri, Dra. Hj. Ely Suryani, M.Pd beserta seluruh jajaran fungsional lingkup Bidang Kerjasama Dinas Peritndustrian Provinsi NTB, Rabu, 09 Maret 2022.

Dalam diskusi online yang berlangsung sangat menarik ini, Prof. Dr. Irwandi Jaswir, M.Sc menyampaikan bahwa terkait industri halal, salah satu point penting adalah kesadaran konsumen atas seluruh produk yang memiliki sertifikasi halal. Kesadaran konsumen untuk memberikan sikap resisten kepada produk yang tidak bersertifikat halal akan mendorong produsen, dalam hal ini IKM, untuk menggesa diri agar produk olahannya mendapatkan Sertifikat Halal sesuai dengan ketentuan. Beliau, mencontohkan, bahwa di negara Malaysia, yang penduduk muslimnya kurang dari 60 %, jumlah produk IKM yang mendapatkan Sertifikat Halal jauh lebih banyak dibandingkan di Indonesia. Hal ini karena kesadaran konsumen di negara Malaysia untuk mengkonsumsi produk olahan dengan Sertifikat Halal jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia.

Prof Dr. Irwandi Jaswin., M.Sc, yang juga merupakan merupakan ilmuwan sekaligus ahli bioteknologi Indonesia penerima Penghargaan Internasional Raja Faisal untuk Pelayanan Islam dari Kerajaan Arab Saudi tahun 2018 yang bekerja sebagai koordinator riset di Halal Industry Research Centre, Universitas Islam Internasional Malaysia (IIUM), Kuala Lumpur menyampaikan bahwa terkait pembangunan Kawasan Industri Halal di NTB, yang perlu dilakukan adalah merancang konsep dasar terkait Kawasan Industi Halal yang sesuai dengan kebutuhan dinas. Konsep dasar tersebut meliputi survey lansung ke lapangan untuk mencari tahu lembanga riset dan industri apa saja yang cocok untuk dibangun pada kawasan tersebut. Dalam pertemuan selanjutnya, beliau akan menyajikan beberapa contoh Kawasan Industri Halal yang ada di Indonesia dan belahan dunia lainnya dalam materi paparan yang akan disampaikan kepada Gubernur NTB beberapa waktu mendatang.

Menarik sekali diskusi dengan salah satu pakar industri halal di Indonesia ini ya Sobat semua. Mari, kita sama2 dukung bersama pembangunan Kawasan Industri Halal NTB ini ya. Agar dapat segera dibangun dan diimplementasikan untuk meningkatkan daya saing IKM NTB. Sebagaimana kata Prof. Jaswin, dalam diskusi online tersebut, bahwa Sertifikat Halal untuk produk IKM jelas akan meningkatkan daya saing produk itu sendiri. Dan FYI Sobat semua, Dinas Perindustrian Provinsi NTB memfasilitasi pengurusan Sertifikat Halal untuk IKM NTB yang memenuhi persyaratan di tahun 2022. So, tunggu apalagi, mari urus Sertifikat Halal sobat industri semua ya. Mari bergerak bersama, menuju NTB Gemilang.