28 Juni 2022

Hatur Nuhun Pisan Akang Sareung Teteh, Tos Ngapalkeun Ilmuna Ka IKM NTB (Terima Kasih Akang Dan Teteh, Mau Berbagi Ilmu Untuk IKM NTB)

Kuliner legend NTB menjadi sorotan setelah pada bulan Desember 2021, Dinas Perindustrian Provinsi NTB melakukan me-launching rumah produksi untuk beberapa IKM NTB yang bergerak di sektor kuliner dan kosmetik herbal. Semua asli dari NTB. Daya tarik IKM NTB tersebut pun mendapatkan perhatian khusus dari tim Disperindag Provinsi Jabar yang melakukan kunjungan kerja ke NTB dalam rangka menindaklanjuti Jabar-NTB Connection yang ditandatangani pada akhir bulan Februari 2022.

Dengan hadirnya event MotoGP pemprov NTB melakukan kerjasama dalam Jabar NTB Connection untuk menyambut event MotoGP dan untuk mengembangkan beberapa sektor di NTB dan Jawa Barat dan salah satunya adalah sektor industri. Penandatangan Perjanjian Kerjasama antara Disperindag Provinsi Jabar dengan Disperin Provinsi NTB, yang berlangsung di Gedung Sate – Kota Bandung tersebut ditandai dengan pelaksanaan pelatihan barista kopi dari NTB sebanyak 12 orang di Lab Coffe 5758 dengan instruktur bersertifikat internasional. Pelatihan tersebut tentu saja sangat bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi barista NTB untuk pengembangan kopi NTB ke depan.

Dalam rangka menindaklanjuti pertemuan tersebut, tim Disperindag Pemprov Jabar yang diwakili oleh Direktur Pusat Industri Kreatif Provinsi Jabar dan perwakilan Disperindag Jabar melakukan kunjungan kerja ke IKM kuliner legend dari NTB. Kunjungan kerja ini pun didampingi olehmas Seto Nurseto, Parti Gastronomi, Masterchef Indonesia season 8 sebagai ahli dalam menemukan cita rasa makanan khas dan menggali cerita tentang sebuah makanan legend. Hal ini tentunya akan memberikan feed back yang positif bagi pelaku kuliner legend NTB karena mendapatkan masukan dari sang ahli, yang langsung datang dari salah satu pusat kuliner nasional, Jawa Barat. Tentu ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi IKM yang sudah siap untuk di promosikan melalui event besar Moto GP yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini, karena dalam penantian dan perjuangan mengurus syarat demi syarat agar bisa menjadi produk steril dan bisa dinikmati dimana mana tentu hadirnya pemerintah sebagai mitra IKM yang ikut serta mempromosikan produk IKM menjadi kebanggaan tersendiri.

Tim Pemprov Jabar mengunjugi IKM Ayam Taliwang Beca Bero

Salah satu IKM kuliner yang mendapat kehormatan dari tim Pemprov Jabar yang juga didampingi oleh tim Bidang PSDI Disperin NTB adalah IKM Ayam Taliwang Beca Bero IKM Sate Rembiga Goyang Lidah dan IKM Ayam Rarang. Ketiga IKM ini merupakan IKM yang telah mendapatkan pendampingan pengemasan dengan teknik vaccum dari Disperin NTB bekerjasama dengan LIPI NTB dan Fakultas Teknologi Pengolahan Pangan UNRAM. Hal ini menjadikan produk IKM tersebut memiliki daya simpan yang jauh lebih lama, tanpa mengurangi warna dan tentu saja rasa. Hal tersebut mendapatkan atensi yang sangat positif dari tim Jabar, karena merupakan salah satu keunggulan komparatif untuk sebuah produk kuliner dari NTB khususnya dalam menyambut gelaran internasional Moto GP yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.

Tim Pemprov Jabar mengunjugi IKM Ayam Rarang

Dalam diskusi yang dilakukan bersama tim Jabar, banyak masukan yang dapat dijadikan kerangka pikir untuk pengembangan IKM kuliner legend NTB tersebut. Masukan dari seorang Master Chef dari Jawa Barat, yang notabene merupakan seorang pakar kuliner tentunya menjadi sebuah pembelajaran berharga untuk meningkatkan daya saing IKM kuliner legend NTB. Peningkatan daya saing ini tentunya harus ditularkan kepada IKM kuliner NTB lainnya, agar dapat tumbuh bersama menjadi IKM kuliner kebanggaan NTB di masa yang akan datang.

Terima kasih kawan-kawan Jabar yang sudah memberikan banyak masukan berharga untuk IKM kuliner NTB. Masukan berharga tersebut tentu saja sangat berguna untuk pengembangan kuliner NTB kedepan. Sedikit mengutip bahasa Sunda, hatur nuhun pisan sareung Akang jeung Teteh sadayana, tos ngapalkeun ilmuna ka bumi NTB (terima kasih untuk Akang dan Teteh semua, yang sudah mengajarkan ilmunya di NTB).