4 Juli 2022

Jajaki Kerjasama dengan Startup Up: Disperin NTB Siapkan Produk IKM yang Terstandardisasi

Start up atau perusahaan rintisan menjadi salah satu sektor industri kreatif yang saat ini sedang gandrung, khususnya di kalangan milenial. Beragam start up di banyak sektor bermunculan bak jamur di musim hujan. Termasuk di Provinsi NTB.

Berdirinya banyak perusahaan rintisan di NTB menunjukkan geliat industri kreatif berbasis digitalisasi yang mulai mendapatkan tempat di bumi Seribu Masjid ini.

Hal ini jelas membanggakan. Minat yang tinggi menjadi start up di kalangan milenial NTB menjadi salah satu peluang yang harus digarap secara serius oleh Pemprov NTB khususnya Dinas Perindustrian Provinsi NTB.

Berkenaan dengan hal tersebut, pada hari Kamis, 03 Februari 2022, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB yang diwakili oleh Kepala Bidang Kerjasama, Pengawasan Dan Promosi Investasi Industri, Dra. Hj. Ely Suryani, M.Pd dan Sub Koordinator Promosi Dan Investasi Industri, Ety Hartati. menghadiri pertemuan di Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB dalam kegiatan FGD Pembahasan Penjajakan Kemitraan Dengan Organisasi Internasional dan Lembaga Asing dalam Rangka Kerjasama Sektor Ekonomi untuk Penguatan Pemasaran Produk UMKM di Provinsi NTB.

Dalam pertemuan tersebut, hadir juga tim Pusat Fasilitasi Kerjasama Kemendagri RI, beberapa OPD lingkup Pemprov NTB, perwakilan UMKM dan Mataram Start Up Academy selaku salah satu pembina komunitas start up di NTB.

Dalam diskusi tersebut, BRIDA NTB menyampaikan visi untuk membangun ekosistem start up dengan mengambil BRIDA sebagai pilot project location.

Kerjasama dengan kawan-kawan komunitas start up NTB dan dukungan dari OPD terkait khususnya Dinas Perindustrian Provinsi NTB selaku pembina sektor industri jelas dibutuhkan.

Kerjasama antara BRIDA, komunitas start up dan Dinas Perindustrian NTB jelas menjadi elemen penting dalam membangun ekosistem start up di NTB. Komunitas start up dengan jaringan platform dan web yang mendunia jelas menjadi salah satu media pemasaran produk UMKM yang dapat menjangkau pasar global.

Kehadiran Disperin NTB sebagai pembina sektor industri menjadi salah satu filter dalam mengkurasi produk IKM untuk masuk dan bekerjasama dengan komunitas start up NTB jelas menjadi pekerjaan besar yang harus digarap dengan serius,

Peluang kerjasama dengan komunitas start up tersebut tentu saja harus menjadi sebuah simbiosis mutualisme yang saling bermanfaat. Produk IKM yang terkurasi dan terstandardisasi dengan baik jelas menjadi salah satu syarat kerjasama. Dukungan regulasi di sektor industri yang memberikan kemudahan dalam membangun dan mengembangkan start up pun menjadi sebuah alternatif simbiosis tersebut. Kerjasama merupakan bentuk dukungan kedua belah pihak yang seharusnya saling memanfaatkan, untuk mencapai tujuan bersama.

Mari kawan-kawan komunitas start up NTB, kirim masukan dan saran untuk Dinas Perindustrian NTB melalui media ini. Apa dan bagaimana bentuk dukungan yang ingin dibangun di sektor industri untuk mengembangkan komunitas start up di Provinsi NTB. Karena digitalisasi adalah kunci masa depan. Menuju NTB Gemilang.

#Industrialisasi

#CintaidanBeliProdukNTB

#PertumbuhanIndustri

#IKMnaikKelas

#NTBMandiridanSejahtera

#NTBGemilang

#DariNTBuntukIndonesia

#IKMKerjaKerasIKMNaikKelas