4 Juli 2022

“Bunda Kadis Yanti In Action : Bicara Industrialisasi Bersama Kaum Milenial NTB”

Generasi milenial adalah generasi masa depan. Tidak hanya untuk NTB tapi juga untuk Indonesia. Bonus demografi 2045 yang selama ini menjadi salah satu isu strategis kependudukan nasional menjadi salah satu fakta yang tak terbantahkan. Artinya, di tahun 2045 nanti, generasi milenial akan menjadi salah satu penyumbang jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Akan menjadi masalah besar jika tidak dikelola dengan rancang bangun terbaik mulai dari saat ini.

“Industrialisasi NTB adalah salah satu ruang terbaik bagi generasi milenial NTB baik saat ini maupun di masa depan. Ruang inovasi dan penguatan nilai tambah sumber daya NTB menjadi salah satu indikator kunci jika bicara industrialisasi”, demikian sambutan Bunda Kadis Yanti dalam diskusi bersama kelompok milenial NTB yang diinisiasi oleh Pusaran NTB di sebuah cafe di bilangan Kota Mataram, Rabu, 02 Februari 2022.

Kata kunci industrialisasi adalah nilai tambah. Dan menemukan nilai tambah jelas butuh inovasi. Membangun jejaring kerjasama dengan seluruh pihak pun harus terus dibangun. “Dalam skala yang masif, itulah yang disebut dengan ekosistem industri. Dan dalam ekosistem industri di NTB ini, banyak ruang kosong yang seharusnya bisa dioptimalkan oleh ide2 terbaik dari kawan2 milenial di NTB saat ini”, demikian Bunda Kadis Yanti, memotivasi kawan2 peserta diskusi yang hadir untuk berani tampil dan mengembangkan ide2 cerdas mereka.

“Ada empat hal yang harus saya tekankan, jika bicara tentang wirausaha dalam konteks industrialisasi NTB, (1) urus izin sesuai dengan ketentuan, minimal wirausaha milenial wajib punya NIB (Nomor Induk Berusaha), (2) SDM harus kompeten, sertifikasi atas kompetensi mutlak diperlukan, tidak cukup hanya bekal ijazah sekolah saja, (3) produknya pun harus terstandardisasi dengan baik, sesuai dengan aturan, karena pasar global menjadikan legalitas produk sebagai salah satu jaminan untuk meningkatkan daya saing, (4) sarana produksi yang juga handal, kolaborasi dengan IKM permesinan jelas harus dalam mendukung standarisasi kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan”, disampaikan Bunda Kadis Yanti dalam diskusi malam yang dihadiri juga oleh Kepala Dinas Kominfotik Prov NTB dan Wakil Komisioner KPID NTB serta sejumlah perwakilan lembaga pemuda dan mahasiswa di NTB ini.

Narasi narasi hebat dari pejabat perempuan asli Mbojo ini jelas mendapat sambutan hangat dari peserta diskusi. Diselingi kopi dan minuman dingin, diskusi berjalan dengan sangat riuh. Riuh dan berkelas, tentu saja. Beragam pertanyaan kritis ala mahasiswa bermunculan, menyambut narasi dan retorika yang disampaikan oleh para narasumber. Konteks Moto GP dan berbagai event internasional yang akan berlangsung di NTB menjadi kerangka pikir pertanyaan yang diajukan. Peran BUMDES, UMKM, dan pemuda umumnya dalam industrialisasi NTB menjadi salah satu point penting dalam diskusi. Keren, kritis dan tentu saja, idealis.

“Industrialisasi NTB akan selesai jika ide2 cerdas sebagaimana yang disampaikan kawan2 tadi menjadi motor penggerak industrialisasi di NTB. Karena seyogyanya, memang masih sangat banyak ruang kosong dalam gerak industrialisasi NTB kedepan. Yang membuka ruang gerak yang inovatif dari kawan2 milenial di NTB sebagai diskusi yang disampaikan”, arahan dari Bunda Kadis Yanti, menanggapi spirit yang dihadirkan oleh kawan2 penanya dalam session diskusi dan tanya jawab yang berlangsung. “Sektor industri tembakau, misalnya, saat ini Disperin NTB mendorong tumbuhnya saos rokok yang berbasis herbal dengan berbagai varian rasa. Ini adalah peluang besar yang harus ditangkap oleh generasi milenial NTB untuk terjun dan terlibat didalamnya, tentunya dengan memperhatikan 4 elemen sebagaimana telah disampaikan”, lanjut Bunda Kadis Yanti dengan antusias.

Diskusi yang sehat selalu melahirkan kesimpulan yang tepat. Dan kesimpulan yang tepat pada prinsipnya melahirkan ide2 cerdas dan inovatif berikutnya yang menunggu untuk diimplementasikan. Oleh kawan2 milenial NTB bersama Pemprov NTB c.q. Disperin NTB, tentu saja. Diskusi Industrialisasi NTB malam ini tentu saja menghasilkan banyak sekali kesimpulan yang tepat tadi. Tinggal bagaimana kawan2 milenial NTB menangkap peluang tersebut dan melakukan aksi nyata untuk berjejaring dan bersinergi dalam mewujudkan ide2 cerdas tersebut. Dan lambat laun, ekosistem industri NTB pun akan terbangun dengan kokoh berbasis pada generasi milenial yang merupakan generasi masa depan di NTB.

Mari kawan2 milenial, apa ide2 cerdasmu? Berkolaborasi bersama Dinas Perindustrian Prov NTB dan jajaran Pemprov NTB lainnya, mari kita wujudkan bersama. Menuju NTB Gemilang.