17 Agustus 2022

Bertemu BPS NTB, Kadisperin Rancang Strategi Untuk Pertumbuhan Industri 2022

Diawal tahun 2022, Disperin NTB terus melakukan koordinasi dengan para pihak terkait untuk mendukung pencapaian target industrialisasi NTB tahun 2022. Diskusi tersebut dimaksudkan untuk menyusun strategi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari sektor industri sebagai salah satu program unggulan Pemprov NTB.

Salah satu pihak yang memiliki relevansi kuat terkait hal tersebut adalah BPS NTB. Sebagai lembaga negara yang mengukur beberapa indikator pembangunan ini, Disperin NTB berkepentingan untuk berdiskusi mengenai mekanisme peningkatan proporsi (share) PDRB sektor industri di tahun 2022.

Menurut BPS NTB, share sektor industri di TW 3 2021 adalah 5,02 %, hal ini meningkat dari TW 2 2021 yang mencapai 4 %. Peningkatan ini jelas bagus, namun masih banyak PR yang harus diselesaikan untuk menjaga agar pertumbuhannya terus terjaga secara periodik. Share sektor pertanian yang masih dominan dalam PDRB NTB dan bagaimana menjadikan fungsi olahan sektor industri dari hasil pertanian menjadi salah satu point diskusi dalam pertemuan dengan Bunda Kadis Yanti dan tim BPS, Jumat, 28 Januari 2022.

“Disperin NTB harus konsentrasi pada upaya untuk meningkatkan nilai tambah sektor industri. Nilai tambah tersebut dicirikan dengan semakin banyaknya diversifikasi industri yang tumbuh. Khususnya untuk industri sektor pertanian sebagai sektor dominan dalam PDRB NTB”, demikian disampaikan Kepala BPS NTB, Wahyudin, ST., MM, dalam pertemuan tersebut. “Selain meningkatkan diversifikasi industri olahan, produktifitas sektor industri pun harus terus didorong untuk meningkatkan nilai PDRB sektor industri di NTB”, sambung beliau.

Masukan Kepala BPS ini tentu saja menarik. Sebagai refleksi maupun sebagai konsep dasar perencanaan sektor industri di tahun 2022. Ditambah lagi, nilai investasi sektor industri dalam PDRB NTB menjadi salah satu indikator kinerja Disperin NTB dalam RPJMD NTB Tahun 2019 – 2023.

Selain nilai investasi dalam PDRB NTB, indikator kinerja lain untuk Disperin NTB adalah Pertumbuhan Industri dan IKM Naik Kelas. “Masukan dari Kepala BPS ini menarik karena hal ini selaras dengan apa yang menjadi indikator kinerja kami dalam RPJMD NTB”, demikian disampaikan oleh Bunda Kadis Yanti dalam pertemuan tersebut. “Artinya, kami harus terus menumbuhkan sektor industri baru yang merupakan turunan dari industri yang telah eksisting khususnya di sektor pertanian dan olahan pangan dan mendorong produktifitas sektor industri eksisting agar nilai investasi dan tenaga kerja nya bertambah, agar bisa naik kelas sesuai dengan ketentuan”, sambung Bunda Kadis Yanti dengan antusias.

“Sepanjang tahun 2020 dan 2021, Disperin NTB telah memberikan stimulus permesinan untuk pelaku industri kecil, dengan harapan akan meningkatkan produktifitas mereka. Berbagai bimtek dan jejaring kerjasama dengan banyak pihak pun telah kami lakukan untuk mendorong lahirnya industri baru sebagai turunan dan diversifikasi dari industri yang telah ada”, arahan tersebut disampaikan oleh Bunda Kadis Yanti dalam pertemuan tersebut, menindaklanjuti saran dan masukan dari tim BPS NTB.

Salah satu point penting yang juga harus mendapat perhatian adalah terkait data industri. Berapa industri baru yang tumbuh, Jenis industri turunan dari mana, omset, nilai investasi dan tenaga kerja serta informasi dasar lainnya pun menjadi penting untuk dibangun. Hal ini tentu terkait dengan sasaran perhitungan share PDRB sektor industri di NTB kedepan. Bunda Kadis Yanti menjelaskan, bahwa mapping informasi tersebut sudah dilakukan oleh Disperin NTB melalui aplikasi berbasis web dan android dengan nama SIMANIS (Sistem Informasi Manajemen Industri) NTB. Dengan alamat web, www.simanis.ntbprov.go.id, sistem ini telah dibangun sebagai basis pendataan sektor industri di NTB. Demikian penjelasan Kadisperin NTB, Nuryanti, SE., ME dalam pertemuan tersebut.

BPS NTB menyambut baik semua arahan dan masukan yang disampaikan tim Disperin NTB. Termasuk mekanisme pendataan berbasis web dan android yang dilakukan via SIMANIS NTB. BPS NTB berharapnya, kedepannya, data SIMANIS bisa menjadi salah satu basis data dalam penentuan sampling sektor industri yang dilakukan oleh tim BPS NTB dalam perhitungan PDRB sektor industri. Kerjasama ini tentunya akan menarik untuk ditindaklanjuti dalam rangka mendorong pengembangan sektor industri di NTB. Tentunya data yang disajikan dalam SIMANIS haruslah data yang valid dan sesuai dengan ketentuan standar sampling BPS NTB sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Pertemuan Jumat sore ini semoga menjadi momentum kerjasama antara Disperin NTB dan BPS NTB khususnya di sektor industri. Mengembangkan sektor industri NTB tentu merupakan pekerjaan besar yang harus dicapai dengan kerjasama seluruh pihak. Tentunya komunikasi dan diskusi yang intensif harus terus dibangun untuk menindaklanjutinya. Yang pasti, niat baik akan melahirkan ide2 baik berikutnya untuk bersama2 membangun NTB Gemilang.