21 Mei 2022

Resmikan SPKLU, NTB Menuju Net-Zero Emission 2050

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN secara serentak oleh PLN Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara. Kehadiran kendaraan listrik di NTB sebagai langkah dalam mewujudkan Net – Zero Emission tahun 2050.

“NTB Komit dengan Net – Zero Emission untuk lebih cepat, tentu lingkungan harus kita jaga, salah satunya dengan menghindari emisi karbon, kehadiran SPKLHU otomatis transfer kita dari kendaraan konvensional menuju kendaraan listrik lebih cepat,” tutur Ummi Rohmi saat memberikan sambutan di acara Peresmian SPKLU yang berlangsung di Kantor PLN UP3 Mataram, Senin (17/01).

Ummi Rohmi juga mengatakan bahwa kehadiran kendaraan listrik, mendorong Pemerintah untuk membentuk Peraturan Gubernur (Pergub) agar penggunaan kendaraan listrik bisa dipercepat.

“Kami akan melihat penerbitan Pergub dengan tujuan untuk mempercepat proses peralihan dari kendaraan konvesional ke kendaraan listrik di NTB,” pungkas Ummi Rohmi.

Selain itu, Provinsi NTB sebagai salah satu daerah pariwisata, sudah saatnya memanfaatkan kendaraan listrik, seperti di daerah Gili, Mandalika dan di berbagai tempat wisata lainnya. “Kita berharap agar kendaraan listrik dapat digunakan di tempat wisata lainnya,”tuturnya.

Dalam acara tersebut, hadir juga Kapolda NTB Irjen. Pol. Drs. Djoko Poerwanto, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB Lasiran, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB Nuryanti SE., ME, dan beberapa Kepala OPD lainnya.

GM PLN UIW NTB, Lasiran berkomitmen mendorong tumbuhnya energi bersih di NTB, sesuai dengan visi Pemprov NTB dan sesuai dengan NZE tahun 2050.

Sebanyak 3 SPKLU yang sudah terpasang, di antaranya berada di Kantor PLN Wilayah, Kantor PLN UP3 Mataram, Kantor PLN UIW NTB dan Kantor Gubernur NTB.

Untuk melakukan pengisian daya di SPKLU, pengguna mobil, motor maupun sepeda listrik harus menginstal aplikasi Charge.IN. Melalui aplikasi ini, pemilik KBLBB tinggal mencari keberadaan SPKLU. Lalu sampai di lokasi, bisa langsung scan dan terkoneksi dengan server PLN untuk mengendalikan SPKLU tersebut. Pemilik KBLBB tinggal memilih berapa daya yang akan diisi, sesuai kebutuhan.

Ke depannya diharapkan SPKLU ini ada di seluruh wilayah kabupaten/kota di NTB.

Kadisperin NTB, Nuryanti menjelaskan industrialisasi kendaraan listrik akan dibangun berdasarkan riset dengan mengoptimalkan sumber daya di NTB.

“NTB saat ini fokus membangun industrialisasi, bersama PLN kami akan kembangkan terus riset terkait kendaraan listrik di Lombok dan Sumbawa.” ungkapnya.