19 Januari 2022

“Pelantikan Pengurus IKABOGA NTB, Dukungan Kuliner NTB Untuk NTB Gemilang”

Berbicara boga, pastinya terkait erat dengan kuliner dan olahan pangan lainnya. Dan berbicara olahan pangan, tentunya erat terkait dengan higienitas dan faktor kesehatan lainnya. Korelasi tersebut menjadi salah satu point penting yang disampaikan dalam Pelantikan Pengurus Ikatan Ahli Boga Indonesia (IKABOGA) NTB yang dibuka oleh Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd dan dihadiri oleh Sekretaris Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Dra. Sri Irianti, Rabu, 12 Januari 2022.

“Kehadiran IKABOGA harus mampu bersinergi dengan Tim Penggerak PKK NTB, sebagai bentuk dukungan atas agenda penanggulangan stunting dan gizi buruk di NTB. Olahan pangan yang higienis dan memenuhi standar kesehatan khususnya makanan untuk ibu-ibu hamil menjadi salah satu senjata utama dalam mengurangi angka stunting dan gizi buruk di NTB”, demikian arahan Umi Rohmi, panggilan akrab beliau, dalam kegiatan tersebut.

Data BPS menunjukkan bahwa industri kuliner dan olahan pangan di NTB merupakan salah satu sub sektor industri yang memberikan share PDRB tcukup tinggi untuk sektor industri. Artinya, bahwa dengan tata boga yang tepat dan sesuai dengan standar kesehatan, pengembangan industri kuliner dan olahan pangan, dibawah assesment IKABOGA NTB jelas akan memberikan korelasi yang positif dalam penanggulangan stunting dan gizi buruk di NTB.

Kehadiran IKABOGA NTB, yang nantinya akan bersinergi dengan TP PKK NTB diharapkan mampu memberikan pendampingan yang lebih intensif kepada pelaku industri kuliner dan olahan pangan NTB khususnya dalam standarisasi higienitas dan indikator kesehatan olahan pangan lainnya. Dukungan kuliner dan olahan pangan yang sehat dan higienis sebagai konsumsi utama ibu2 hamil dan menyusui di NTB menjadi salah satu prasyarat utama dalam penanganan stunting dan gizi buruk NTB. Hal inilah yang harus menjadi kerja sama dari IKABOGA NTB bersama dengan pelaku industri kuliner dan olahan pangan di NTB ke depan.

Pelantikan pengurus IKABOGA NTB ini menjadi salah satu stakeholders baru dalam skema industrialisasi NTB. Sebagai perkumpulan ahli boga NTB, masukan dan arahan dalam menjaga standar mutu olahan pangan NTB jelas dibutuhkan untuk mendukung pengembangan industri kuliner dan olahan pangan di NTB. Kuliner NTB tentunya tidak hanya harus lezat dan enak, namun tetap harus higienis dan memenuhi standar kesehatan yang berlaku. Wabil khusus, jika dikaitkan dengan olahan pangan untuk konsumsi ibu hamil dan ibu menyusui yang menjadi sasaran utama dalam penanganan stunting dan gizi buruk di NTB. Hal ini jelas membeirkan angin segar bagi industrialisasi NTB di tahun 2022 ini terlebih untuk industri kuliner dan olahan pangan lokal di NTB kedepan.

Semoga Harapan kedepan, Disperin NTB selaku pembina sektor industri di NTB mampu menjadi jembatan yang baik dalam mempertemukan stakeholders sebagaimana dimaksud. Membangun ruang diskusi yang sehat antara IKABOGA NTB dengan pelaku industri kuliner dan olahan pangan di NTB jelas diperlukan. Berdiskusi dengan para ahli boga yang tergabung dengan IKABOGA NTB jelas akan memberikan ilmu dan wawasan baru dalam pengembangan industri kuliner dan olahan pangan NTB. Bagaimana menjadikan kuliner yang lezat dan higienis menjadi tantangan yang harus dijawab bersama. Dan Disperin NTB harus mampu menjawab semua persoalan tersebut. Berdiskusi dengan para ahli boga, jelas akan memberikan masukan terbaik dalam pengembangan industri kuliner NTB.

Mari IKM kuliner NTB, berdiskusi dengan para ahli boga jelas akan menjadi salah satu media pembelajaran terbaik untuk pengembangan industri kuliner NTB. Bergerak bersama, menuju NTB Gemiilang