Mewakili Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Nusa Tenggara Barat, pejabat fungsional pembina industri Ety Hartati, S.Si dan Neni Marlina, S.T menghadiri kegiatan Sosialisasi INACRAFT Tahun 2026 yang bertempat di Kantor Sekretariat ASHEPI NTB, pada Rabu, 10 November 2025.
Kegiatan ini dibuka oleh Ketua ASHEPI NTB. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa pameran INACRAFT tahun 2026 akan digelar dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Februari dan Oktober 2026. Untuk pelaksanaan pertama, INACRAFT 2026 dijadwalkan berlangsung selama lima hari, yaitu 4–8 Februari 2026 di Jakarta Convention Center (JCC).
Mengusung tema “From Smart Village to Global Market” dengan konsep “Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft”, ajang ini akan menjadi panggung utama bagi perempuan perajin dan wirausaha kreatif yang menjadi tulang punggung industri kriya nasional.
Ketua Umum ASEPHI NTB (Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia), mengatakan bahwa edisi INACRAFT tahun ini merupakan bentuk apresiasi terhadap peran besar perempuan dalam dunia kriya.
“Sekitar 60 persen peserta INACRAFT berasal dari kalangan wanita. Mereka bukan hanya pengrajin, tapi juga penggerak ekonomi, pelestari budaya, dan inspirasi bagi generasi muda. Semangat perempuan adalah semangat kehidupan INACRAFT ke depan,”.
Kegiatan sosialisasi ini juga menghadirkan narasumber dari Bank Mandiri yang memaparkan berbagai produk dan layanan perbankan, termasuk program pembiayaan bagi pelaku usaha, baik dalam bentuk debit maupun kredit, serta memperkenalkan layanan digital Livin’ by Mandiri.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Dinas Perindustrian Kabupaten Lombok Timur (Disperin Lotim) serta para pelaku usaha dan pengrajin dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Barat.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat terjalin sinergi antara pemerintah daerah, asosiasi, perbankan, dan pelaku industri kreatif dalam mempersiapkan partisipasi NTB pada ajang INACRAFT 2026, sekaligus memperkuat daya saing produk kerajinan lokal di tingkat nasional maupun internasional.
INACRAFT bukan sekadar pameran dagang, melainkan ruang strategis untuk menghubungkan pelaku kriya Indonesia dengan pasar global. Transformasi INACRAFT menjadi pameran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Digitalisasi adalah jembatan utama yang memungkinkan pengrajin kita menembus batas pasar global,” katanya.
Sebagai langkah nyata, INACRAFT 2026 juga akan menghadirkan Digital Craft Pavilion, area khusus yang memamerkan sistem pemasaran daring, workshop digital marketing, hingga demonstrasi live streaming commerce bekerja sama dengan TikTok Shop. Melalui fasilitas ini, transaksi tidak hanya berlangsung di lokasi pameran, tetapi juga secara real-time melalui kanal digital, memungkinkan pembeli internasional ikut berpartisipasi.
Didukung oleh sponsor utama Bank Mandiri, pameran ini akan diikuti lebih dari 1.000 peserta yang terdiri atas artisan, UMKM, mitra binaan BUMN, serta perwakilan dinas dari berbagai daerah. Menempati area seluas 24.941 meter persegi, INACRAFT 2026 akan menampilkan ragam produk unggulan seperti batik, tenun, perhiasan perak, kriya logam, furnitur kayu, dekorasi rumah, dan produk gaya hidup berbasis kearifan lokal.

Untuk tahun 2026 INACRAFT menargetkan nilai transaksi di atas Rp80 miliar, sama seperti capaian tahun sebelumnya, bahkan diharapkan meningkat meski ekonomi global masih penuh tantangan. “Tahun lalu transaksi INACRAFT mencapai sekitar 80 miliar rupiah.
Dengan konsep yang semakin inklusif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap teknologi, INACRAFT 2026 diharapkan bukan hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga perayaan kreativitas dan ketangguhan perempuan Indonesia dalam mengangkat martabat kriya nasional ke pentas dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *