1 Juli 2022

FGD Industri Hasil Tembakau (IHT)

Industri hasil tembakau (IHT) merupakan salah satu sektor strategis domestik yang memiliki daya saing tinggi dan terus memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Sumbangan sektor yang dikategorikan sebagai kearifan lokal ini meliputi penyerapan tenaga kerja, pendapatan negara melalui cukai serta menjadi komoditas penting bagi petani dari hasil perkebunan berupa tembakau dan cengkeh. dalam perekonomian nasional dapat dilihat dari beberapa indikator seperti peranannya dalam penerimaan negara.

Sesuai dengan amanat pada Peraturan Pemerintah nomor 28 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perindustrian, bahwa dalam menjamin ketersediaan bahan baku dan/atau bahan penolong, Pemerintah menetapkan Neraca Komoditas. Neraca komoditas yang dimaksud ditetapkan oleh pemerintah yang memuat data mengenai kebutuhan dan pasokan bahan baku industri dalam negeri untuk menentukan rencana kebutuhan industri dan data pasokan bahan baku dan/atau bahan penolong. Industri yang masih bergantung dengan pasokan bahan baku import diantaranya industri hasil tembakau, Dengan adanya neraca komoditas harapannya dapat diketahui data yang akurat mengenai kebutuhan dan ketersediaan bahan baku dalam negeri.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Republik Indonesia bersama SUCOFINDO Melakukan pertemuan FGD Pengembangan Sistem Informasi Rantai Pasok Industri Hasil Tembakau (IHT) melalui Industri 4.0 Bersama Dinas Perindustrian NTB serta OPD terkait Pada tanggal 3 November 2021 bertempat di Aston Hotel, Mataram.

Melalui FGD ini, SUCOFINDO selaku pengembang sistem informasi Rantai Pasok IHT sistem informasi yang tengah dikembangkan Nantinya diharapkan sistem ini dapat menjadi penyampai informasi dari dan bagi petani, pedagang, koperasi, dinas dan industri untuk mengetahui ketersediaan dan kebutuhan bahan baku IHT, dan lebih mudah mengakses sistem informasi Rantai Pasok untuk kemudian disampaikan kepada petani atau kelompok tani untuk menjadi acuan penanaman tembakau.

Untuk Keberhasilan Sistem Informasi Rantai Pasok bergantung pada kemauan input data oleh petani dan grader (pedagang) agar tidak terjadi duplikasi ataupun “double counting”. Selain itu harus tetap dilakukan verifikasi data imbun “Bapak Edi Sutopo” selaku Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar, Dirjen Industri Agro
Harapannya Sistem Informasi Rantai Pasok dapat dilaunching di awal tahun 2022, Sistem Informasi ini sangat dibutukhan IKM NTB. Menuju NTB Gemilang.