Mataram, 14 Oktober 2025 – Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hj. Nuryanti, S.E., M.E., didampingi Tim Disperin NTB, menghadiri Rapat Identifikasi Data Komoditi Unggulan Daerah untuk Hilirisasi serta Skema Rencana Aksi Program NTB Agromaritim, yang berlangsung di ruang rapat lakey Bappeda NTB.
Dalam kesempatan tersebut, Hj. Nuryanti menyampaikan arah kebijakan industri NTB tahun 2026 yang menekankan pentingnya penguatan sektor agromaritim sebagai penggerak ekonomi non-tambang di masa depan.
“Agromaritim ini penting. Kita akan mendukung penuh penguatan sektor ini di luar tambang. Ekonomi NTB harus bergerak di sektor non-tambang agar pertumbuhan lebih berkelanjutan,” tegas Nuryanti.
Program hilirisasi ini mengacu pada Perda RPIP NTB 2022, RIPIN, serta Peta Jalan Industri Hijau dan Ekonomi Biru, dengan target peningkatan kontribusi sektor industri terhadap PDRB dari 4,5% pada 2025 menjadi 7% pada 2029.
“Pekerjaan rumah kita jelas, share PDRB industri harus naik dua kali lipat menjadi 7% di tahun 2029. Ini hanya bisa tercapai jika seluruh pihak bergerak bersama,” jelas Nuryanti.
Sebagai langkah awal implementasi peta jalan, Disperin NTB menyiapkan rencana aksi tahun 2026, meliputi:
- Pembangunan Sentra Industri Agromaritim Terpadu
- Kemitraan Investasi NTB Capital–Swasta
- Sertifikasi Produk dan Mutu
- Dashboard Hilirisasi Digital
- Akademi Hilirisasi Agromaritim
Disperin NTB juga akan melakukan roadshow ke kabupaten/kota untuk memetakan potensi lokal dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
“Tahun 2026 kita fokus melayani masyarakat, memastikan standarisasi produk, dan memperkuat kapasitas pelaku IKM,” kata Nuryanti.
Dalam mendukung pembiayaan industri unggulan, Nuryanti menekankan peran penting NTB Capital sebagai katalis investasi daerah melalui skema Green Investment Fund.
“Kita berharap NTB Capital menjadi karpet merah bagi investor lokal, nasional, maupun internasional. Dengan dukungan pembiayaan yang tepat, nilai ekspor NTB bisa tetap tinggi dan produk kita semakin kompetitif,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor (Pentahelix) dalam pelaksanaan program agromaritim, yang melibatkan pemerintah, swasta, akademisi, komunitas, dan media.
“Kita ingin media nasional juga ikut mengangkat potensi agromaritim NTB. Dari 36 komoditi unggulan, kita fokus pada delapan komoditi prioritas yang bernilai tambah tinggi,” ujarnya.
Menutup paparannya, Nuryanti menegaskan bahwa 2026 menjadi fondasi kebangkitan industri hilir NTB menuju NTB Industri 2029 yang mandiri dan berdaya saing.
“Setiap tahun kita harus naik signifikan, baik dari sisi kualitas, kuantitas, maupun pangsa pasar. Lima tahun ke depan kita siapkan bersama NTB yang mandiri dan produktif. Kolaborasi, inovasi, dan investasi adalah kuncinya,” tutup Nuryanti.
