21 Mei 2022

Pengolahan Limbah B3, Industri Untuk Pelestarian Lingkungan

Kerjasama yang sinergis antara seluruh elemen adalah kunci terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan, di mana semua pihak memiliki peran dan tanggung jawabnya masing-masing. Pengolahan limbah pabrik B3 dalam skala pabrik adalah salah satu program Pemprov NTB bekerjasama dengan Kementerian LHK RI. Selain itu, program tersebut merupakan langkah kongkrit pemerintah dalam memberikan solusi pengelolaan limbah medis di wilayah timur IndonesiaSebagai OPD yang terkait, Bunda Kadis Yanti menghadiri rapat Operasionalisasi Incinerator Limbah B3 Medis Fasyankes bertempat di Ruang Rapat Anggrek, Kantor Gubernur NTB, Senin 11 Oktober 2021. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM, MARS memaparkan bahwa kesiapan bahan baku limbah B3 medis yang berasal dari Rumah Sakit, Klinik, dan Puskesmas di NTB sebesar 3.345 kg/hari. Tentu ini adalah potensi besar jika bisa diolah dan dikembangkan. Dan akan menjadi masalah jika tidak dioptimalkan dengan baik. Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd, sekaligus pemimpin rapat, dalam kesempatan tersebut meminta seluruh elemen untuk terlibat, bergerak, dan bertindak sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Program ini harus dioptimalkan dengan sebaik-baiknya. Bunda Kadis Yanti menyampaikan bahwa Dinas Perindustrian Provinsi NTB siap mendukung pengolahan limbah B3. ” Karena jika dikelola dengan benar, limbah ini bisa mendatangkan manfaat dan peluang bisnis baru.” Ungkap beliau. Beberapa manfaat limbah B3 di antaranya bisa menjadi campuran bahan pembuatan semen, dasar pembuatan jalan raya, dan bahan campuran untuk pembuatan beton. Program ini tentu harus kita dukung bersama. Kolaborasi bersama mewujudkan NTB Gemilang. #NTBLawanCorona#Industrialisasi#CintaidanBeliProdukNTB#PertumbuhanIndustri#IKMnaikKelas#NTBMandiridanSejahtera#NTBGemilang#DariNTBuntukIndonesia#IKMKerjaKerasIKMNaikKelas

https://www.facebook.com/disperinntb