Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Nuryanti, S.E., M.E., bersama H. Suryadi Jaya Purnama, ST., M. Si Pembina Yayasan As-Syamil, serta Anggota DPRD Lombok Timur, Murnan, S.Pd., M.M.Inov., mendampingi kunjungan silaturahmi Anggota Komisi X DPR RI periode 2024–2029, Hj. Ledia Hanifa, S.Si., M.Psi., ke Kampus Lombok Institute of Technology (LIT).
Kunjungan ini mengusung tema “Strategi Membangun Portofolio dan Jaringan Profesional Kampus” yang bertujuan memperkuat kapasitas mahasiswa dalam menghadapi persaingan global, Lombok Timur, 25 September 2025.
Dalam diskusi bersama mahasiswa, Hj. Ledia Hanifa menegaskan bahwa kampus tidak dapat dipisahkan dari dunia industri. “Kampus harus menjadi mitra strategis industri. Pengembangan smart farming, penguasaan bahasa Inggris sebagai basis komunikasi global, serta penguatan ekonomi berbasis inovasi harus terus didorong,” jelasnya.
Lebih jauh, Hj. Ledia juga menekankan pentingnya pengembangan nilai tambah produk daerah agar mampu bersaing dan memberi manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat. Ia mendorong LIT untuk mulai memfokuskan diri pada riset. “Mulailah melakukan riset dan jadikan riset sebagai unggulan kampus; bukan tidak mungkin LIT akan melahirkan ahli rekayasa hayati yang mampu mendorong inovasi lokal,” tambahnya.
Menurutnya, keberadaan LIT dengan fokus riset dan pengembangan inovasi akan membantu peningkatan ekonomi Lombok Timur dan bahkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah daerah.
Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti, S.E., M.E., menyampaikan apresiasi atas dukungan Komisi X DPR RI terhadap pengembangan LIT. “Kami percaya LIT dapat menjadi pusat lahirnya SDM unggul yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pengembangan produk industri daerah,” ujar Nuryanti.
Mahasiswa LIT turut menyampaikan harapan besar agar meski kampus ini masih berusia muda, ke depan mampu berkembang sejajar dengan universitas-universitas besar, termasuk Universitas Mataram, dan menjadi pusat riset serta inovasi yang mengharumkan nama Lombok Timur dan NTB.
Kunjungan Komisi X DPR RI ini diharapkan memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah, sehingga lahir ekosistem yang mendukung pengembangan SDM berkompetensi, penguatan nilai tambah produk lokal, serta pengembangan riset unggulan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
