Dalam paparannya, Nuryanti menekankan pentingnya dunia pendidikan dalam mencetak generasi unggul yang siap menghadapi era industri 4.0. Menurutnya, pendidikan tidak hanya melahirkan sumber daya manusia berkompeten, tetapi juga menjadi motor penggerak inovasi yang berdaya saing.
Ia juga menguraikan strategi pentahelix sebagai model kolaborasi multipihak, yang melibatkan akademisi, pelaku usaha, komunitas, pemerintah, dan media. Sinergi dari berbagai unsur ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Nuryanti menyampaikan bahwa upaya ini sejalan dengan visi, misi, dan sasaran pembangunan RPJMD Provinsi NTB 2025–2029, yakni “Provinsi Kepulauan yang Makmur Mendunia”. Melalui program unggulan dan kegiatan strategis, Dinas Perindustrian memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pembangunan ekosistem industri.
“Upaya inovasi dan strategi dalam dunia pendidikan menjadi kunci untuk mendorong daya tahan ekonomi di masa depan. Hadirnya inovasi adalah jawaban atas berbagai tantangan, dengan fokus pada pengembangan agro-maritim dan penguatan personal branding sebagai modal utama memulai industri,” jelasnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan motivasi dan bekal yang bermanfaat bagi mahasiswa FEBI UIN Mataram, agar mereka mampu mengimplementasikan nilai inovasi, profesionalitas, dan daya saing Islami dalam praktik kerja lapangan maupun dunia kerja di masa depan untuk mewujudkan Indonesia emas 2045

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *