Lombok Timur – Dalam upaya mendorong percepatan pertumbuhan dan pengembangan industri yang memiliki daya saing serta mampu menyerap tenaga kerja secara optimal, Dinas Perindustrian NTB menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Industri Turunan Tanaman Tembakau. Kegiatan ini digelar di Desa Suela, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, yang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil tembakau di NTB.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi misi strategis Disperin NTB melalui program Penumbuhan dan Pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM). Tujuannya adalah untuk menumbuhkan dan memperkuat ekosistem IKM yang bergerak di sektor industri pengolahan turunan tembakau, khususnya di wilayah Pulau Lombok, agar lebih inovatif, mandiri, dan siap bersaing di pasar global.

Dalam sambutannya saat membuka acara, Plt. Kepala Bidang Pembangunan Sumber Daya Industri (PSDI) Disperin NTB, Lalu Efendi Hidayat, MM., menekankan pentingnya inovasi dan peningkatan nilai tambah dalam pengelolaan komoditas unggulan daerah. Ia menyampaikan bahwa NTB, khususnya Lombok Timur, memiliki potensi besar dalam budidaya tembakau. Namun, potensi tersebut harus dioptimalkan dengan kemampuan mengolahnya menjadi produk-produk turunan yang bernilai ekonomi tinggi dan mampu menembus pasar yang lebih luas.

Bimtek kali ini secara khusus memberikan pelatihan tentang pembuatan asap cair dari batang pohon tembakau, sebuah inovasi pemanfaatan limbah tembakau yang memiliki nilai guna tinggi. Asap cair ini dapat digunakan sebagai bahan pengawet alami untuk produk kerajinan dan furnitur, pestisida nabati untuk tanaman, bahkan sebagai pengawet bahan makanan. Materi pelatihan meliputi sesi teori dan praktik langsung di lapangan, dengan menghadirkan tim instruktur dari kampus LIT yang sudah berpengalaman dalam bidang pengolahan hasil pertanian dan pemanfaatan teknologi tepat guna.

Sebanyak 30 peserta yang merupakan keluarga petani tembakau dari Kecamatan Suela dan sekitarnya mengikuti pelatihan ini dengan antusias. Mereka dibekali keterampilan teknis dalam proses pembuatan asap cair, mulai dari pemilihan bahan baku, penggunaan alat pembakaran terkontrol, hingga proses pendinginan dan penyaringan asap menjadi cairan yang siap pakai. Selain itu, peserta juga diajak memahami potensi pasar dan strategi pengembangan produk olahan yang dapat bernilai ekonomis tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *