7 Desember 2021

Kolaborasi Sukseskan Industrialisasi Garam

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Nuryanti, SE., ME dan Kepala Seksi Fasilitas Industri, Industri Hijau, dan Standarisasi Industri, Ir Evy Djulaeha menghadiri Rapat Percepatan Industrialisasi Garam bertempat di Ruang Rapat Kantor Bapeda Provinsi NTB pada Jumat 24 September 2021.Rapat tersebut juga turut dihadiri oleh Gubernur NTB, Dirjen PRL, Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi NTB, Bappeda, dan Dinas Perikanan Kabupaten/Kota.

Dalam pembukaannya, Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah menyatakan bahwa Industrialisasi merupakan tema besar yang sedang dikembangkan di Nusa Tenggara Barat sehingga kita tidak lagi terjebak sebagai daerah yang aksentuasi aktivitasnya itu padat, menjual komoditas-komoditas mentah tanpa nilai tambah yang lebih tinggi. Beliau juga menambahkan bahwa Industrialisasi itu tidah harus identik dengan skala-skala yang besar, industrialisasi juga tidak hanya sekedar meningkatkan proporsi sistem manufaktur kita, tapi sejatinya industrialisasi itu adalah adanya pendalaman struktur. Apa yang disebut dengan pendalaman struktur tersebut adalah kalau sekarang kita jual garam secara tradisional, ke depannya bisa menjual garam dengan modern seperti sebagai bahan untuk spa, industri, dll.

Pada kesempatan tersebut, perwakilan Bappeda maupun Dinas Perikanan dari masing-masing kabupaten/kota diberikan kesempatan untuk memaparkan bagaimana kondisi serta permasalah di daerahnya sendiri terkait dengan produksi garam tersebut. Selain itu, Badan POM Daerah juga menambahkan bahwa dalam percepatan industrialisasi garam ini kita harus bekerja bersama-sama. Kita tidak bisa bekerja sendiri untuk mempercepat sebelum di hulunya juga sama-sama kita cepat. Jadi dalam hal ini, peran Dinas Perindustrian, dan Dinas Perdagangan dalam hal kemasan dan marketing juga dibutuhkan. Dan dari pihak Badan POM siap untuk membantu percepatan sertifikasinyaMerespon tanggapan dari masing-masing kabupaten kota tersebut, Diren PRL, Dr. Ir. Pamuji Lestari, M.Sc mengajak untuk mendukung percepatan industrialisasi garam ini di mana masing-masing Kabupaten/Kota diminta untuk membuat satu masterplan inovasi masing-masing dengan data dan fakta yang ada.

Selain itu, untuk data petambak garam harus memiliki IPAL, karena selama ini hal tersebut sering dilewatkan.Dalam penutupan penyampaiannya, Dirjen RPL menyatakan bahwa Pusat akan mendampingi mesin dan teknologi agar produksi garam di NTB semuanya sama, tidak ada kw 1, kw 2, dan kw 3. Semua kw 1 dan premium, dengan kw 1 premium sehingga nantinya di manapun pasar garam tersebut pasti akan tembus.