25 Oktober 2021

Bunda Kadis Yanti Bangun Industrialisasi Hingga ke-Desa Terpencil

Tenun sebagai salah satu warisan nenek moyang dan kekhasan NTB harus dilestarikan. Disinergikan dengan teknologi, beradaptasi dengan perkembangan zaman, agar tetap eksis dan semakin berkembang. Tentunya, tanpa meninggalkan nilai-nilai kekhasan di dalamnya. Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perindustrian Prov. NTB, Nuryanti, SE., ME mengadiri pembukaan acara Pendampingan Kerajinan Tenun didampingi oleh Kepala Bidang Pembangunan Sumberdaya Industri Lalu Luthfi, ST., M.Si. Kepala Balai Kemasan Aryanti Dwiyani, M. Pd serta Kabid Sarana dan Prasarana Lalu Siswadi Handayani, SE., M.Pd.

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Bidang Pembangunan Sumberdaya Industri dengan Diskoperindag Kab. Sumbawa, Rabu, 22 September 2021. Berlokasi di Dusun Bekat, Desa Poto, Kec.Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa. Sebuah daerah terpencil di Sumbawa yang menyimpan banyak potensi alam dan budaya. Acara pendampingan yang diikuti sejumlah 10 orang perwakilan di tiap dusun Desa Poto ini diharapkan mampu membangun mini pabrik Tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) dan berkembang menjadi sentra Tenun Sumbawa.

Hal ini juga bagian dari ikhtiar mendukung NTB mensukseskan Indonesia sebagai pusat Moslem Fashion Industri. Di mana target NTB menjadi daerah sentral Moslem Fashion Industri itu sendiri. Oleh karenanya menyiapkan komponen-komponen terkait harus dilakukan. Menggerakkan potensi-potensi lokal agar bisa go global. Sinergi bersama wujudkan NTB yang mandiri dan berdaya saing.