25 Oktober 2021

NTB Jadi Pilot Project Pengembangan Kawasan Industri Halal

Lombok Barat, MetroNTB.com – Provinsi Nusa Tenggara Barat dijadikan pilot project pengembangan kawasan industri halal.

Kementerian Perindustrian RI dan Majelis Ulama Indonesia merencanakan membangun Kawasan Industri Halal (KIH) dengan pengelolaan Gerakan Membangun Ekonomi Indonesia.

Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah mengatakan, potensi pasar muslim,  mayoritas  penduduk dan program unggulan industrialisasi NTB diharapkan benar benar terwujud.

“Pastikan benar-benar berjalan dan berbeda dari kawasan industri yang ada”, ujarnya saat menjadi Keynote Speaker pada acara Temu Mitra Industri Kecil dan Menengah dengan Tema “Membangun Sinergi dalam Percepatan Kawasan Industri Halal (KIH)”, dalam rangka Pemantauan dan Evaluasi Kepatuhan Perusahaan Industri dan Perusahaan Kawasan Industri Lingkup Provinsi dalam Penyampaian Data ke SIINas di Provinsi NTB. Dinas Perindustrian NTB di Hotel Jayakarta, Senggigi, Lombok Barat, Rabu 8 September 2021.

Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti mengungkapkan selain menyongsong peluang dalam pasar ekonomi muslim global, NTB juga memiliki industrialisasi yang dapat mendukung wilayah Timur Indonesia.

Rencananya, KIH akan dibangun di Lemer, Sekotong, Lombok Barat atau di Tumpak, Loteng dengan anggaran 500 miliar mulai tahun depan dalam  tiga tahap perencanaan.

“Setelah proses pendalaman struktur industri untuk menemukan produk apalagi yang dapat didukung oleh industri permesinan kita baru kemudian kawasan dibangun 2022 sampai 2023,” jelasnya

Sementara itu, perwakilan MUI KH Nuruzzaman menjelaskan, kawasan industri ini jelas akan dikelola secara syariah dengan pembiayaan yang bersumber dari lembaga dana masyarakat.

Begitupula sentra industri pendukung yang akan dibangun berbasis masjid dengan skema ekonomi modern seperti penggunaan big data dan   platform digital trade.

“Teknologi dan sumberdaya nya akan disediakan oleh MUI. Ini momentum untuk menyelamatkan ekonomi umat karena pandemi dan praktek kapitalisme global,” terangnya

Gerakan Membangun Ekonomi Indonesia adalah gerakan kebangkitan ekonomi yang benar benar menerapkan konsep Islam yang dapat diterima oleh semua orang karena tidak menindas seperti kapitalisme yang hanya menguntungkan pemilik modal.

“Syaratnya kita harus mau berubah dulu dan berkomitmen agar berkah sesuai petunjuk (protokol) syariah yang benar,” kata Nuruzzaman menambahkan (*)