Mataram – Dinas Perindustrian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengadakan Rapat Evaluasi Capaian Kinerja Perangkat Daerah Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) di Aula HIP, Dinas Perindustrian Provinsi NTB. Rapat ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti, SE., ME.

Dalam sambutannya, Nuryanti menyampaikan bahwa rapat ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian-capaian kinerja yang telah direncanakan dan dilaksanakan, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta mendiskusikan solusi yang dapat diambil. “Kita perlu melihat capaian yang telah diperoleh sesuai dengan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) dan membahas langkah-langkah strategis ke depan,” ujarnya.

Rapat juga menyoroti pentingnya pemanfaatan hasil evaluasi sebagai acuan dalam penyusunan dokumen perencanaan jangka menengah, seperti RPJMD dan Renstra periode 2025-2029. Dalam diskusi tersebut, Bappeda menekankan pentingnya menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan mengurangi ketergantungan pada sektor tambang. “Kita harus mulai memprioritaskan pertumbuhan ekonomi berbasis non-tambang, mengingat sektor tambang memiliki keterbatasan waktu dan potensi penurunan kontribusi ke depan,” katanya.

Selain itu, capaian kinerja indikator makro daerah juga menjadi salah satu poin pembahasan utama. Provinsi NTB berhasil menjaga tingkat inflasi di angka yang tergolong rendah. Namun, hal ini juga membawa dampak pada daya beli masyarakat dan aktivitas produksi. “Inflasi idealnya berada pada kisaran 2,5 persen ± 1 untuk mendukung stabilitas ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat,” tambahnya.

Rapat ini juga membahas capaian kinerja indikator utama daerah dalam RPD Provinsi NTB 2024-2026. Diharapkan, ke depan, langkah-langkah strategis yang diambil dapat mendorong pencapaian target pembangunan yang lebih berkelanjutan.

Dengan evaluasi dan diskusi yang komprehensif, rapat ini diharapkan dapat memberikan pijakan yang kuat dalam perencanaan pembangunan daerah, sehingga NTB mampu mencapai tujuan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *