Kota Bima, 30 Desember 2024 – Di tengah semangat pemulihan pascabencana, Kota Bima menjadi saksi solidaritas dan kepedulian dalam bentuk nyata. Bertempat di Kantor Lurah Kendo, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Nuryanti, SE, ME, yang mewakili Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Desy Hasanuddin, menyerahkan bantuan penting berupa satu set alat tenun lengkap dan lima ball benang kepada para korban banjir di wilayah Kendo, Kota Bima.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Ibu Marfah, yang mewakili penerima manfaat, Ibu St. Sarah, yang berhalangan hadir karena sedang melayat ke Tambora, Kabupaten Bima. Penyerahan ini ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas.

Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting yang turut mendukung pemulihan masyarakat setempat, antara lain:

  1. Ibu Masnah Madelau, Anggota DPRD Provinsi NTB Komisi II.
  2. Bapak Syafrudin, S.Sos, perwakilan dari Dekranasda Kota Bima.
  3. Ibu Rubiah Minasari, perwakilan Dinas Koperindag Kota Bima.
  4. Bapak Drs. Muhdar, Lurah Kendo.
  5. Ibu Yuyun Ahdiyanti, perwakilan dari Industri Kecil dan Menengah (IKM) “Dina”.

Dalam sambutannya, Nuryanti menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari upaya Dekranasda NTB untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat terdampak bencana melalui pengembangan sektor kerajinan tradisional. “Kami berharap bantuan ini dapat menjadi awal baru bagi masyarakat Kendo, khususnya kaum perempuan, untuk kembali bangkit dan memulihkan perekonomian mereka melalui kegiatan produktif seperti menenun,” ujar Nuryanti.

Hal senada disampaikan oleh Ibu Masnah Madelau. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kembali kehidupan yang lebih baik pascabencana. “Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa pemerintah hadir tidak hanya untuk memberikan bantuan sementara, tetapi juga solusi jangka panjang yang berbasis kearifan lokal,” tambahnya.

Bapak Syafrudin, S.Sos, dari Dekranasda Kota Bima, mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan kegiatan ini. “Kota Bima dikenal dengan kekayaan budaya dan kerajinannya. Bantuan ini tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga melestarikan tradisi tenun yang menjadi identitas kita bersama,” katanya.

Sementara itu, Lurah Kendo, Bapak Drs. Muhdar, menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah peduli terhadap warganya. Ia berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus berusaha meski dalam keterbatasan.

Acara berlangsung dengan penuh kehangatan, ditutup dengan diskusi singkat bersama perwakilan masyarakat dan demonstrasi alat tenun oleh Ibu Yuyun Ahdiyanti. Bantuan ini diharapkan mampu menjadi awal pemulihan ekonomi kreatif di wilayah terdampak bencana, sekaligus memperkokoh semangat gotong royong di Kota Bima.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *