3 Juli 2022

Disperin NTB Ikuti Sosialisasi Program Business Incubator untuk Industri Kerajinan dan Kriya

Inkubasi bisnis merupakan salah satu model akselerasi pembentukan wirausaha. Memadukan antara pelaku wirausaha yang telah eksis dengan calon wirausaha baru menjadi point penting. Konsep ini berlaku di seluruh sektor usaha, termasuk usaha di sektor industri kriya dan kerajinan.

Berkenaan dengan program tersebut, webinar mengenai Program Business Incubator yang dilakukan oleh Kemenperin bekerjasama dengan Bali Creative Industri Centre (BCIC) dihadiri oleh Disperin NTB, yang diwakili oleh Kepala Seksi Promosi dan Investasi Industri, Yulia Fitriani, S.Hut., M.Si pada Kamis, 120821.

Dalam webinar tersebut, dipaparkan mengenai goal program dalam mendukung lahirnya wirausaha baru. Provinsi Bali mengambil sektor industri kriya dan kerajinan sebagai ikon industri di wilayah tersebut. Membentuk wirausaha baru adalah sasaran utama. Dengan pendampingan dari wirausaha yang telah eksis tentu saja.

Bagaimana dengan NTB? Tentunya program ini sangat menarik untuk direplikasi. Sesuai dengan sektor industri unggulan daerah tentu saja. Industri olahan komoditas berbasis permesinan. Membentuk wirausaha baru di sektor olahan, meng-upgrade-nya dengan industri permesinan. Sehingga lahirnya wirausaha baru di NTB dengan keunggulan komparatif di era industri saat ini.

Pendampingan jelas menjadi kata kunci. Pendampingan dari pelaku eksisting, pendampingan dari negara dan seluruh sektor terkait. Kerjasama dengan dunia pendidikan pun menjadi isu strategis dalam penerapan model program seperti ini di NTB.

Jika diamankan dengan baik, konsep inkubasi bisnis di sektor industri prioritas di NTB akan melahirkan pelaku industri yang berdaya saing tinggi. Pendampingan akan membentuk kerangka pikir, aksi dan pengalaman akan menghadirkan pemahaman. Kombinasi baik ini akan menjadi jalan menuju NTB Gemilang.

https://www.facebook.com/disperinntb
https://www.instagram.com/p/CSe1Iyphl67/