Jakarta, 9 Oktober 2024 – Bu Syaeun, pendiri Kelompok Wanita Tani (KWT) Putri Rinjani, tampil memukau di hadapan Dewan Juri pada tahap akhir penilaian penghargaan UPAKARTI yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian RI. Tim Dinas Perindustrian NTB turut hadir mendampingi Bu Syaeun dalam presentasinya yang penuh inspirasi. Hadir juga Kepala Dinas Perindustrian Lombok Timur yang memberikan dukungan langsung di lokasi.
Dalam presentasinya, Bu Syaeun menceritakan bagaimana ia mulai memberdayakan masyarakat sejak tahun 2006. Berawal dari musibah banjir bandang yang melumpuhkan jalur pertanian dan menghentikan distribusi hasil bumi, Bu Syaeun berinisiatif untuk mengolah hasil panen seperti stroberi, wortel, kentang, kopi, dan bawang putih. Ia kemudian mengajak 16 perempuan desa dari berbagai dusun untuk dilatih membuat produk olahan seperti stik strawberry. Semangat tersebut terus berkembang hingga terbentuk 21 kelompok IKM (Industri Kecil dan Menengah) yang kini menjadi binaannya.
Komitmen Bu Syaeun dalam mengembangkan industri rumah tangga di Sembalun mendapat apresiasi tinggi dari Dewan Juri. Ia bahkan menyisihkan 10% dari keuntungan usahanya untuk memberikan modal usaha dan membeli alat produksi sederhana bagi IKM binaannya. Tidak hanya fokus pada keuntungan, namun Bu Syaeun juga bertekad untuk terus memberikan manfaat bagi sesama, sebagaimana disampaikannya di hadapan Dewan Juri UPAKARTI.
Dukungan penuh juga datang dari Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti, SE., ME, yang berharap besar agar Bu Syaeun berhasil meraih penghargaan UPAKARTI dari Kementerian Perindustrian RI. Usai penampilannya, Bu Syaeun menerima aplouse dari Dewan Juri sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya yang luar biasa dalam memajukan industri rumah tangga dan memberdayakan perempuan di daerahnya.
Semoga Bu Syaeun berkesempatan mendapatkan Penghargaan UPAKARTI ini untuk menjadi motivasi bagi Bu Syaeun dan kelompoknya untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi lokal Sembalun demi kemajuan industri kecil di wilayah NTB.
