20 September 2021

Di Provinsi NTB, industri dan hasil hutan ibarat sekeping mata uang. Tak terpisahkan.

Hasil hutan adalah sektor hulu, industri mengawal proses mekanisasi olahan untuk meningkatkan nilai tambah. Kultur masyarakat NTB yang bergerak di sektor agraris dan maritim semakin memperkuat asumsi tersebut. Mengolah potensi hasil hutan menjadi produk dengan keunggulan kompetitif tinggi dan memperkuat pendalaman struktur industri yang telah ada. Itulah industrialisasi NTB.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Bidang Kerjasama, Pengawasan, Promosi dan Investasi, Dra. Hj. Ely Suryani, M.Pd menjadi narasumber dalam kegiatan Pertemuan Komite Konsultatif Daerah (Consultative meeting) yang diadakan oleh Balai KPH Rinjani Barat, Dinas LHK Provinsi. NTB pada Rabu, 07062021 di Hotel Golden Palace dengan tema Promoting Sustainable Community Based Natural Resources Management and Institutional Development

Kepala Bidang Kerjasama, Pengawasan, dan Promosi Investasi, Dra Hj. Ely Suryani menjadi narasumber dalam kegiatan Pertemuan Komite Konsultatif Daerah (Consultative meeting) yang diadakan oleh Balai KPH Rinjani Barat, Dinas LHK Provinsi. NTB pada Rabu, 07062021 di Hotel Golden Palace dengan tema Promoting Sustainable Community Based Natural Resources Management and Institutional Development.

“Masyarakat tidak perlu jadi TKW, illegal logging, jika kita mampu mengoptimalkan potensi hutan yang ada. Hutan NTB sudah sangat kaya, tinggal bgiamana optimalisasi komoditi hasil hutan bukan kayu bisa dimanfaatkan, ” ungkap Bunda Ely – panggilan akrabnya dengan penuh semangat dalam paparan yang beliau sampaikan, mewakili Kepala Disperin NTB.

Hipotesis Bunda Ely diatas jelas bukan isapan jempol. Kawasan hutan negara di NTB mendominasi 53 % dari luas daratan di NTB. Dengan jenis hasil hutan bukan kayu yang beragam jenisnya. Industri turunan yang bisa lahir dari komoditas ini jelas merupakan potensi olahan dan peluang usaha yang sangat luar biasa.

Kuncinya saat ini adalah sinergi. Untuk menjaga keseimbangan rantai pasok hulu dan hilir. Prinsip keseimbangan antara Kuantitas, Kualitas dan Kontinuitas jelas harus dijaga. Jangan lupakan juga hal2 terkait legalitas usaha dan legalitas produ

https://www.facebook.com/disperinntb/photos/a.101120098094515/365921014947754
https://www.instagram.com/p/CRD2FFJBpER/