Mataram, 7 Oktober 2024 – Sekretaris Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Lalu Luthfi, ST., M.Si, bersama dengan Kepala Bidang Sarana, Prasarana, dan Pemberdayaan Industri, menerima kunjungan manajemen aplikasi YUKK. Pertemuan ini berfokus pada kolaborasi untuk mendorong digitalisasi keuangan bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di NTB, dengan harapan mampu meningkatkan daya saing mereka di pasar yang semakin kompetitif.
Aplikasi YUKK merupakan solusi inovatif yang mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, baik secara daring maupun luring. Layanan YUKK mencakup pembayaran tagihan bulanan, belanja kebutuhan hidup, hingga transfer dana. Pada tahun 2020, YUKK mendapatkan lisensi resmi dari Bank Indonesia sebagai penerbit uang elektronik dan penyelenggara transfer dana. Dalam perjalanannya, YUKK menyadari bahwa masih banyak pelaku bisnis, khususnya IKM, yang belum memanfaatkan teknologi keuangan secara optimal untuk mengembangkan usaha mereka. Tantangan besar bagi IKM adalah penerimaan pembayaran dan pengiriman dana yang masih belum efisien.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, pada tahun 2021 YUKK mengembangkan sistem pembayaran atau payment gateway yang dirancang khusus untuk berbagai skala bisnis. YUKK Payment Gateway menyediakan beragam pilihan saluran pembayaran, mulai dari QRIS YUKK (static & dynamic), kartu kredit dan debit (Visa, Mastercard, JCB, American Express), kartu prabayar (Flazz, Brizzi, E-Money, TapCash), transfer bank, disbursement, akun virtual, hingga pembayaran di gerai seperti Alfamart, Indomaret, dan Pos Indonesia. Selain itu, tersedia juga opsi e-wallet dan e-money melalui YUKK, OVO, Shopee Pay, DANA, serta Linkaja.
Dalam pertemuan ini, Lalu Luthfi menyampaikan pentingnya digitalisasi keuangan sebagai bagian dari upaya Dinas Perindustrian NTB untuk terus mensosialisasikan penggunaan teknologi keuangan kepada para pelaku IKM. “Digitalisasi keuangan bagi IKM adalah salah satu fokus kami untuk mendorong mereka agar lebih kompetitif, baik di pasar lokal maupun nasional. Kolaborasi dengan YUKK membuka peluang baru bagi IKM dalam memanfaatkan teknologi keuangan secara lebih efektif dan efisien,” ujar Luthfi.
Diharapkan, dengan tersedianya solusi digital ini, pelaku IKM di NTB dapat semakin berkembang, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperluas pangsa pasar mereka di era transformasi digital yang terus berkembang pesat.
