Mataram – Dalam rangka mempersiapkan kegiatan “Harvesting Gerakan Nasional Buatan Indonesia, Peningkatan Belanja Produk Dalam Negeri, dan Bangga Berwisata di Indonesia tahun 2024,” Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin menggelar rapat koordinasi di Lombok Astoria Hotel, 4/10/24.
Pertemuan diselenggarakan oleh Ditjen IKMA Kemenperin dan dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait, termasuk Sekretaris Direktorat Jenderal Kemenperin, Rifki Yuswandi beseeta tim. Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti, ME, beserta tim, juga turut hadir bersama perwakilan dari Bank Indonesia NTB, yaitu Pak Fauzi.
Rapat ini bertujuan untuk menyusun langkah-langkah strategis dalam meningkatkan penggunaan produk buatan dalam negeri, serta mendorong masyarakat untuk berwisata di berbagai destinasi lokal Indonesia. Dengan fokus pada pemberdayaan industri kecil dan menengah, acara ini diharapkan mampu memperkuat perekonomian daerah melalui peningkatan konsumsi produk lokal dan sektor pariwisata.
Sekretaris Direktorat Jenderal Kemenperin, Rifki Yuswandi, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, serta pihak swasta untuk menyukseskan program ini. “Gerakan ini menjadi peluang besar bagi industri kecil dan menengah di NTB untuk mengembangkan pasar mereka, sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di tingkat nasional,” ujar Rifki.
Kadis Perindustrian NTB, Nuryanti, ME, menambahkan bahwa pihaknya siap mendukung penuh upaya ini dengan mendorong lebih banyak pelaku usaha lokal untuk berpartisipasi dalam program-program yang diadakan. “Peningkatan belanja produk dalam negeri juga menjadi salah satu bentuk nyata keberpihakan pada pelaku industri di daerah, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTB,” kata Nuryanti.
Perwakilan dari Bank Indonesia NTB, Pak Fauzi, turut memberikan pandangannya mengenai pentingnya inklusi keuangan untuk mendukung pertumbuhan industri lokal. “BI akan terus mendukung kemudahan akses pembiayaan bagi UMKM agar mereka dapat berkembang lebih pesat,” ungkapnya.
Rapat ini diakhiri dengan penyusunan rencana aksi yang akan dilaksanakan di tingkat daerah, dengan harapan NTB dapat menjadi contoh sukses dalam pelaksanaan Gerakan Nasional Buatan Indonesia dan kampanye “Bangga Berwisata di Indonesia.”
