Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti, SE., ME didampingi Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Pemberdayaan Industri, Dr. Aryanti Dwiyani, M.Pd mengikuti rangkain Kunjungan Kerja Pj. Gubernur NTB di Kabupaten Sumbawa. Turut hadir juga beberapa Kepala Daerah dari Jajaran Pemerintah Provinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa, pada Sabtu 14 September 2024

Deklarasi ini di gelar sebagai cerminan dan pengingat untuk melindungi generasi penerus dari segala bentuk kekerasan baik fisik, verbal, emosional maupun seksual. Sebelumnya juga telah dilaksanakan deklarasi serupa di berbagai sekolah yang ada di Kabupaten Dompu, Kota Bima dan Kabupaten Lombok Barat, ini memperlihatkan betapa pentingnya peran dunia pendidikan dalam melindungi anak-anak dari kekerasan dan membangun generasi yang kuat.

Pada tahun 2023, tercatat sebanyak 42 kasus kekerasan terjadi di Kabupaten Sumbawa, dibandingkan dengan tahun 2022 yang mencapai 51 kasus. Ini adalah bukti nyata bahwa upaya bersama dari Pemerintah Daerah, Sekolah dan Instansi terkait termasuk PKK dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat telah memberilan hasil positif namun tetap perlu masih ditingkatkan.

Selain itu, angka dispensasi perkawinan anak di Pengadilan Agama Sumbawa juga mengalami penurunan yang signifikan, dari 122 anak pada Tahun 2022 menjadi 87 anak pada tahun 2023. Penurunan ini menunjukan bahwa kesadaran masyarakat terkait dampak negatif perkawinan anak semakin meningkat, berkat kolaborasi semua pihak terkait dalam menyosialisasikan pentingnya perlindungan hak-hak anak.

Pj Gubernur NTB, Hassanudin dalam sambutan menyampaikan, ”Tidak ada toleransi untuk kekerasan terhadap anak, oleh karena itu melalui deklarasi ini, kita diingatkan akan tanggung jawab untuk bersama melindungi anak-anak dari ancaman kekerasan”.
“Sekolah sebagai institusi pendidikan memiliki peran vital pencegahan kekerasan bukan hanya tempat untuk menimba ilmu, tetapi juga tempat di mana anak-anak kita belajar nilai-nilai moral, etika, dan membentuk kepribadian”, tambahnya.

Deklarasi ini juga menjadi landasan kuat untuk meningkatkan sinergi antara Pemerintah Daerah, Sekolah, Instansi terkait dan masyarakat dalam melaksanakan program-program bagi anak-anak.

Kedepannya Pemerintah Provinsi NTB akan terus mendorong berbagai upaya untuk memajukan pendidikan dan perlindungan terhadap anak, sebagai salah satu prioritas utama pembangunan daerah untuk
meningkatkan ke arah yang lebih baik di masa mendatang, sehingga anak-anak bisa tumbuh dan berkembang dalam suasana yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *