Mataram-3/9/24 – Merdeka Belajar – Kampus Merdeka telah menjalin kerja sama yang kuat dengan Dinas Perindustrian Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk meningkatkan akses bahan baku bagi peternak dan kelompok tani di daerah tersebut. Hasil dari kerja sama ini dan bagaimana itu akan membantu meningkatkan kemitraan di daerah tersebut.
Kerjasama antara Merdeka Belajar – Kampus Merdeka dan Dinas Perindustrian Provinsi NTB, yang telah dilakukan dalam upaya meningkatkan akses bahan baku bagi industri kecil menengah olahan makanan, kriya, farmasi dan produk lainnya, adalah langkah awal yang penting dalam menyongsong tahapan-tahapan menuju terwujudnya industri di Nusa Tenggara Barat yang tangguh gemilang, berdaya saing global, sejahtera, dan berkeadilan. Kerja sama ini diharapkan memperkuat kemitraan dan perkembangan ekonomi di Provinsi NTB, serta membantu meningkatkan sumberdaya manusia yang ada agar industri menjadi lebih baik.
Dalam beberapa tahun terakhir, Provinsi NTB telah berhasil membangun industri kecil mengolah produk makanan dan minuman, kriya, serta farmasi, yang sejalan dengan visi Rencana Induk Pembangunan Industri (RPIP) 2021-2041 dengan tujuan menciptakan industri NTB yang berdaya saing global. Namun, masalah yang sering terjadi adalah keterbatasan akses bahan baku yang disebutkan oleh Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti SE.,ME dalam sambutannya pada acara FGD Diseminasi.
Dalam rangka mengatasi masalah tersebut, pihak Merdeka Belajar – Kampus Merdeka menjalin kerjasama dengan Dinas Perindustrian Provinsi NTB. Dalam acara tersebut, Wakil dekan bidang akademik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unram, Diseamdi S. E., M. Sc., Ph.D dengan materi Strategi Perguruan Tinggi untuk industrialisasi di Nusa Tenggara Barat: Memperkuat Kolaborasi untuk Peningkatan Ekonomi Daerah, mengupas mengenai strategi yang dapat diterapkan oleh perguruan tinggi untuk meningkatkan kemitraan dan nilai tambah di sektor pertanian dan industri makanan dan minuman.
Selain itu, Dr. Mariani M. Si dari Universitas Nahdatul Wathan Mataram juga memberikan materi tentang pemanfaatan bioteknologi untuk mengembangkan produk-produk unggulan berbasis sumber daya lokal NTB. Hal ini memperlihatkan betapa pentingnya memanfaatkan kekayaan alam dan pola hidup sehari-hari masyarakat sebagai bahan dasar dalam mengembangkan produk baru di bidang farmasi, makanan dan minuman.
Terakhir, narasumber Aryan Agus Pratama, S.TP., M.M Dosen Manajemen Universitas Bumi gora dengan tema MBKM Industrialisasi NTB, mengupas mengenai pentingnya mengintegrasikan konsep Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) dalam pengembangan industri di NTB.
Secara keseluruhan, FGD Diseminasi yang diadakan tersebut membuahkan hasil yang baik, dengan bantuan pihak Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, Dinas Perindustrian Provinsi NTB berhasil meningkatkan akses dan ketersediaan bahan baku di Nusa Tenggara Barat. Dalam jangka panjang, kerjasama ini diharapkan dapat membantu meningkatkan perkembangan ekonomi di daerah tersebut.
Kerjasama ini juga dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas produk, meningkatkan nilai tambah di sektor pertanian dan industri makanan dan minuman, serta memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan pihak industri. Sebab, industri tidak dapat berjalan sendiri, terlebih dalam menghadapi persaingan global. Oleh karena itu, pasokan bahan baku yang aman, terjangkau, dan berkualitas merupakan fondasi yang penting dalam pengembangan industri di Indonesia, terutama di Nusa Tenggara Barat.
Dalam masa yang akan datang, diharapkan terdapat lebih banyak kerjasama serupa antara perguruan tinggi seperti Kampus Merdeka, dengan instansi lainnya dalam rangka membangun semakin baiknya perekonomian daerah dan ekonomi nasional. Sementara itu, fokus harus diberikan terhadap peningkatan kreatifitas dalam pengembangan produk mulai dari ide, pengembangan bisnis, hingga implementasi produk yang berkualitas dan inovatif.
