20 September 2021

Kepala Bidang Pembangunan dan Sumber Daya Industri, Lalu Luthfi M. Si., didampingi Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Industri Bahrul Helmi, SH., dan Kepala Seksi Fasilitasi Industri, Industri Hijau, dan Standarisasi Industri, Ir. Evy Julaeha T., ST., menghadiri Rapat Pembahasan Rancangan Pergub tentang Tata Kelola Garam di Provinsi NTB yang berlokasi di ruang rapat Mutiara Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi NTB, pada hari Rabu (23/06/2021). Agenda ini dihadiri juga oleh Perwakilan Dinas Koperasi, Perwakilan Dinas Perdagangan, Akademisi, serta beberapa perwakilan kelompok petambak garam.

Rapat tersebut merupakan langkah awal dalam penyusunan dan perencanaan batang tubuh dari Pergub tata kelola garam ini. Muslim, ST., M.Si., selaku Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB mengatakan bahwa fokus utama adalah untuk meningkatkan kualitas hasil produksi garam kita sehingga dalam proses pengembangan garam harus disediakan tambak air baku agar bisa meningkatkan kualitas garam menjadi K1.

Tim Disperin NTB juga menambahkan bahwa garam kita masih kurang terserap serta perlu mencari solusi agar garam produksi NTB dapat memenuhi kuota nasional.

Selain kualitas garam ada PR besar dalam menentukan infrastruktur dan fasilitas produksi bisa terpenuhi. Seperti cara para penambak garam bisa mendapatkan akses modal dan mendorong masyarakat agar lebih antusias dalam membeli garam lokal, hingga proses tata niaganya, pengawasan peredaran garam hingga bagaimana tata kelola kelembagaannya.

Perlu kebijakan dari Pemprov untuk mendukung penggunaan garam hasil produksi lokal, sehingga garam konsumsi dan Industri bisa memenuhi kualifikasi SNI sehingga dapat lebih mudah diserap dan dipasarkan.

#NTBLawanCorona
#Industrialisasi
#CintaidanBeliProdukNTB
#PertumbuhanIndustri
#IKMnaikKelas
#NTBMandiridanSejahtera
#NTBGemilang
#DariNTBuntukIndonesia
#IKMKerjaKerasIKMNaikKelas