20 September 2021

IKM Olahan Pangan dari Sorgum, Tembus Pasar Luar Negeri

Kasi Pembangunan Sumber Daya Alam Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Retno Bintorowati A.md Gizi,. S.pd melakukan kunjungan ke Yant Sorghum yang berada di Jalan Saleh Sungkar, Ampenan. CV. Yant Sorghum yang dipimpin oleh Ibu Yanti, memulai usaha membuat kue kering jajanan sejak tahun 2010. Saat itu CV. Yant Sorghum ditantang oleh Dinas Ketahanan Pangan untuk membuat pangan olahan dari bahan non terigu dan non beras. Yang dicoba adalah tepung sorghum dikombinasi dengan tepung casava dan lain-lain.

Setelah memulai beberapa kali percobaan akhirnya ditemukan formula yang pas untuk membuat olahan pangan dari sorghum. Sejak itu Yanti fokus mengembangkan olahan pangan berbahan dasar sorghum. Seiring waktu perusahaan membudidayakan tanaman sorghum pada areal 50 hektar, serta memberdayakan petani binaan sebanyak 200 orang, dengan konsep korporasi petani. Konsep korporasi ini sudah dikembangkan sejak 2015 yang berbasis di Lombok Tengah, NTB. Petani yg tergabung di korporasi tersebar di KLU, Lotim, Loteng dan Lombok Tengah bagian selatan.

Bagian sorghum yang diolah adalah biji, batang, dan daun. Olahan tidak hanya berupa kukis (12 jenis kue kering) tapi juga berupa gula sorghum, sorghum water, salad sorghum, dll. Untuk pemasaran produk, CV. Yant sorghum memanfaatkan platform e-commerce yg ada seperti Bukalapak, Tokopedia, shopee, bli.bli, dan lain-lain. Dalam sebulan perusahaan membutuhkan tepung sorghum sekitar 1 ton/bulan. Sorghum yang digunakan adalah jenis sorghum putih.

Berdasarkan obrolan singkat dengan ibu Yanti (owner CV. Yant Sorghum) ada beberapa kendala atau tantangan yang dihadapi oleh perusahaan. Antara lain adalah ketiadaan alat pengupas kulit (penyosoh) sorghum di NTB. Jadi untuk sementara ini hasil panen sorghum dikirim ke Bali untuk disosoh, dan kemudian dikirim kembali ke Lombok untuk kemudian diolah menjadi tepung.

Selain itu jika terjadi peningkatan permintaan kue kering, pemesanan agak terkendala di waktu persiapan dikarenakan belum adanya mesin pencetak kue kering dan oven otomatis. Selain itu perusahan belum memiliki alat dehidrator air fryer fruit untuk olahan buah kering. Untuk alat dehidrator, sementara ini perusahaan masih memakai jasa dan alat dari luar daerah (Jogjakarta). Hal ini tentunya berpengaruh pada ongkos produksi yg berpengaruh juga dgn harga produk.
Dalam waktu dekat ini CV. Yant Sorghum sedang memenuhi pesanan kue kering dari Benin, Afrika Barat. Sepanjang 2021, perusahaan telah mengirim sampel kukis ke Perancis, Singapura, Australia dan bbrp negara Eropa. Untuk pengiriman sendok edible (terbuat dari sorghum) sebanyak 100pcs dikirim ke Filipina.
#NTBLawanCorona
#Industrialisasi
#CintaidanBeliProdukNTB
#PertumbuhanIndustri
#IKMnaikKelas
#NTBMandiridanSejahtera
#NTBGemilang
#DariNTBuntukIndonesia
#IKMKerjaKerasIKMNaikKelas