4 Agustus 2021

Hadiri Rakor, Dirjen IKMA Apresiasi Capaian Disperin NTB

Dinas Perindustrian Provinsi NTB mengadakan Rapat Koordinasi Perindustrian dan Dekranasda se-NTB sekaligus Penandatanganan Kontrak TPL-IKM NTB yang berlokasi di Hotel Aston Inn pada hari Jumat, 11 Juni 2021. Agenda Rapat Koordinasi ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka, Gati Wibawaningsih, Direktur Industri Kecil dan Menengah Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan, Riefky Yuswandi, Direktur Industri Kecil dan Menengah Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut, Dini Hanggandari, Direktur Industri Aneka dan Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, dan Kerajinan, E. Ratna Utarianingrum, Asisten I Gubernur NTB Baiq Eva Nurcahyaningsih, Asisten II Gubernur NTB, H. Ridwan Syah, Ketua Dekranasda NTB, Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Nuryanti, Sekretaris Dinas Perdagangan Baiq Nelly Yuniarti, Ketua Dekranasda se NTB, dan Perwakilan Dinas Perindustrian se-NTB.

Dalam Sambutannya Nuryanti selaku Kadisperin menyampaikan tujuan diadakannya Rakor kali ini sebagai ajang sinergitas Dinas Perindustrian se Provinsi NTB untuk membangun Industrialisasi di masing masing Kabupaten/Kota. Untuk memaksimalkan Industrialisasi di NTB, Disperin yang telah merumuskan RPIP akan mendampingi Kabupaten/Kota untuk membuat turunannya, yakni RPIK. Selain itu, Nuryanti juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTB sejak tahun 2020 melalui JPS Gemilang, NTB banyak melahirkan IKM-IKM baru, dan kini akan tetap berkomitmen untuk melakukan pendampingan juga merangkai sinergitas dengan stakeholder terkait untuk NTB.

Asisten II Pemerintah Provinsi NTB, H. Ridwan Syah yang mewakili Gubernur NTB mengatakan Industrialisasi merupakan Program Unggulan NTB yang sama sama harus diwujudkan. Melalui JPS Gemilang yang menggunakan produk-produk lokal buatan IKM/UMKM NTB hingga mencapai 5.673 IKM/UMKM di NTB. Gubernur NTB pun telah mengeluarkan Pergub Bela Beli Produk Lokal. Di tambah lagi dengan akan dibangunnya Kawasan Industri Halal di NTB juga agenda berskala Internasional yang akan berlangsung dalam waktu dekat. Ini merupakan peluang dan tantangan bagi NTB untuk menjadi kawasan industri menjadi lebih baik dan memberikan efek perekonomian bagi IKM/UMKM.

Dirjen IKMA sangat mengapresiasi pencapaian Dinas Perindustrian Provinsi NTB dalam melakukan Industrialisasi dan Pencapaian NTB yang telah memberlakukan Bela Beli Produk Lokal. Dirjen mengapresiasi perkembangan Industri yang dimulai dari Science Technology dan Industrial Park hingga ke IKM Permesinan yang sudah secara bertahap menerapkan 4.0. Pembangunan negeri tidak bisa lakukan sendiri harus dilakukan bersama. Namun masih ada yang harus ditingkatkan yaitu nilai output IKM bisa meningkat dan dalam menjalankan program untuk disesuaikan dengan kemampuan daerah masing masing, mulai dari akses pembiayaan hingga peningkatan akses pasar. Kemenperin juga telah melaunching E-Smart IKM. E-Smart IKM yaitu sistem database Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang menyajikan profil industri, sentra dan produknya yang diintegrasikan dengan marketplace yang telah ada. Pelaksanaan program E-Smart IKM untuk pengembangan ekonomi berbasis digital, peningkatan ekspor IKM, serta perluasan akses pasar dan akses pendanaan. Data yang masuk ke Program E-Smart IKM akan jadi profil katalog online dan akan di dorong ekspornya sehingga produk produk Lokal NTB akan lebih bersaing.


#NTBLawanCorona
#Industrialisasi
#CintaidanBeliProdukNTB
#PertumbuhanIndustri
#IKMnaikKelas
#NTBMandiridanSejahtera
#NTBGemilang
#DariNTBuntukIndonesia
#IKMKerjaKerasIKMNaikKelas