Dompu, Hari Jumat, 26 Juli, menjadi momen bersejarah bagi Dusun Saka, Desa Manggeasi, Kecamatan Dompu, saat rombongan pejabat penting mengunjungi kerajinan tenun gedogan “IKM Kemangi”. Rombongan yang dipimpin oleh Ibu Dessy Hassanudin, PJ Ketua PKK NTB, turut didampingi oleh berbagai pejabat dan tokoh masyarakat, termasuk Kepala Dinas Koperasi, Kepala Dinas Perdagangan, Ibu Bupati selaku Ketua PKK Dompu, Ibu Wakil Bupati, Ibu Ketua BKOW Dompu, serta Ibu dan Ketua Persit Kartika Candra Kirana.
Kunjungan ini disambut hangat oleh Sekretaris Dinas Perindustrian NTB dan Kepala Dinas Perindag Kabupaten Dompu di lokasi acara. Ibu PJ Ketua PKK NTB, Ibu Ketua Persit Kartika Candra Kirana, dan Ibu Ketua PKK Dompu disambut dengan pengalungan selendang oleh Ibu Sumiati, Ketua Kerajinan Tenun Gedogan IKM Kemangi.
Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 50 penenun lintas generasi, mulai dari yang sudah tua hingga yang masih duduk di bangku sekolah. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen untuk melestarikan tradisi menenun yang dilakukan saat mengisi waktu senggang, selain mengurus keluarga, memasak, dan membantu suami di ladang. Aktivitas menenun ini tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menjadi sumber tambahan pendapatan bagi keluarga.
Dalam sambutannya, Ibu Ketua PKK Kabupaten Dompu menyampaikan kebanggaannya bahwa kain tenun muna pa’a dari Kabupaten Dompu telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kemenristek RI sejak Juni 2023. Warisan ini telah diturunkan secara turun-temurun dari tradisi Kesultanan Dompu.
Ibu PJ Ketua PKK NTB mengungkapkan rasa bahagianya dan memberikan apresiasi tinggi terhadap para penenun yang mampu mengelola pekerjaan rumah tangga, pendidikan anak, dan mencari penghasilan tambahan. Beliau menegaskan bahwa para penenun layak disebut sebagai “ibu-ibu hebat” karena tidak meninggalkan tugas utama sebagai ibu rumah tangga.
Sebagai bentuk apresiasi, Ibu PJ Ketua PKK NTB memberikan lima bingkisan berupa sarung tenun NTB kepada lima tokoh masyarakat dan tokoh perempuan Desa Manggeasi.
