20 September 2021

Loyok Export Project, Pengabdian Masyarakat untuk Eksistensi Kerajinan Tangan

Alumni Mahasiswa Beasiswa NTB yang berkuliah di Polandia bersilaturrahim dengan Kepala Bidang Pengembangan Sumberdaya Industri Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Lalu Luthfi, ST., M. Si dan Kepala Seksi Pengembangan Teknologi Industri, Kreativitas, dan Inovasi Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Yana Mulyana, ST. pada hari Senin (31/05/2021) yang berkonsultasi terkait Loyok Export Project yang tujuannya memiliki market sendiri demi mengangkat dan memberikan identitas NTB sebagai bentuk pengabdian kepada Masyarakat NTB. Dengan konsep Fokus Pengabdian kepada masyarakat: pendataan, pembinaan, pemasaran/promosi dan peningkatan kualitas produk “Loyok Export Project”.

Loyok Export Project bernaung di bawah BUMDES Desa Loyok. Project ini lahir atas tuntutan perbaikan kualitas SDA dan SDM untuk menunjang jalannya nafas perekonomian. Project ini juga didasarkan atas keprihatinan akan lemahnya identitas atau eksistensi Loyok sebagai sentral pengrajin kerajinan tangan. Barang barang berkualitas yang diekspor ke berbagai belahan dunia yang sebelumnya “made in Loyok” berganti menjadi “made in Bali”, “made in Bandung”, “Made in Jakarta” dst. dikarenakan sistem distribusi yang tidak membawa identitas asal dan kelemahan “Branding”. Sehingga pada akhirnya Loyok hanya menjadi tempat produksi tanpa bisa menikmati kejayaan dan eksistensi identitas. Loyok pun kehilangan marketnya, karena identitas barang dan distribusi hanya dimiliki oleh pasar tujuan pengepul yaitu Bali dan beberapa tempat lainnya.

Dari Loyok Export Project ini diharapkan kualitas SDM bisa lebih maju dan mandiri. Melalui penerapan penerapan ilmu, pengawasan yang berkelanjutan dan pentingnya penggunaan teknologi, diharapkan bisa menjaga alur project di jalur yang tepat dan bisa bermanfaat.

#NTBLawanCorona
#Industrialisasi
#CintaidanBeliProdukNTB
#PertumbuhanIndustri
#IKMnaikKelas
#NTBMandiridanSejahtera
#NTBGemilang
#DariNTBuntukIndonesia
#IKMKerjaKerasIKMNaikKelas