Mataram, 17 Juli 2024 – Kepala Dinas Perindustrian NTB diwakili oleh Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Pemberdayaan Industri, DR. Hj. Aryanti Dwiyani, M.Pd, menjadi narasumber dalam Dialog Interaktif Mozaik Indonesia bertema “Pengaruh Inflasi terhadap Kegiatan Produksi UMKM”. Acara ini diselenggarakan oleh RRI Mataram dan berlangsung di Studio Pro I LPP RRI Mataram, disiarkan langsung melalui saluran radio dan kanal media sosial RRI Mataram.

Dalam dialog ini, dibahas berbagai aspek terkait inflasi dan dampaknya terhadap industri kecil dan menengah (IKM) di NTB. Inflasi, yang didefinisikan sebagai kenaikan umum harga barang dan jasa dalam suatu perekonomian, dapat menyebabkan penurunan daya beli uang. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, inflasi year on year (yoy) gabungan beberapa daerah di NTB pada bulan Mei 2024 tercatat sebesar 2,77 persen, lebih rendah dibanding angka inflasi nasional yang mencapai 2,84 persen.

Kenaikan inflasi memberikan dampak signifikan terhadap UMKM, seperti peningkatan biaya bahan baku dan operasional, kenaikan harga jual produk yang mempengaruhi daya saing, penurunan daya beli konsumen, serta kenaikan upah tenaga kerja yang menambah beban biaya produksi.

Untuk menghadapi tantangan ini, DR. Hj. Aryanti Dwiyani menyarankan beberapa strategi, “UMKM harus meningkatkan efisiensi produksi melalui teknologi baru dan pelatihan karyawan, serta diversifikasi produk untuk tetap kompetitif. Penetapan harga yang fleksibel dan peningkatan kualitas produk juga penting untuk menarik konsumen. Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi dapat membantu menjangkau pasar yang lebih luas dengan biaya lebih rendah,” ujarnya.

Dialog ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan strategi kepada para pelaku UMKM di NTB dalam menghadapi tantangan inflasi, sehingga mereka dapat terus berkembang dan berdaya saing tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *